Hi, my dear universe!
It's been a very long time since the last time I posted something to my own blog! Hehehehe. Been occupied lately that I cannot get through my laptop anymore.
Are you still wondering whether I am accepted at Frisian Flag Indonesia?
The answer is..........................................................
NO!
Hahahahahaha. They said that I was overqualified. Again, OVERQUALIFIED. I think it's sort of polite answer to say, "Sorry my dear, you are rejected. Go away!"
My current job is at one of FMCG companies in Indonesia. Not Unilever (yet), it is MANDOM. If you know Gatsby, Pixy, Pucelle, Spalding, Johnny Andrean, Mandom Kids, Glazelle, Lucido, Lucido-L, you know MANDOM.
It's been a struggle here. This is my very first time working under (super) pressure, deadline, expatriate bosses, and big responsibilities. I am in Research and Development (RnD) division which I am responsible to new improvement or even to new brand(s) launched by MANDOM INDONESIA. Since the last 4 months i've worked here, i have made tons of mistakes. It feels so much different compared to my previous job. Somehow I feel guilty that I am not taking the right path as a biostatistician who has to be more concerned to public health. But, what can I say? I am into FMCG kind of world. I have worked at hospital, but i didnt feel that it was my world. I dont know, probably someday in the future, I will be back as public health enthusiast. Who knows? But for now, I will give some attention to what I call "my passion". That passion will lead me to what major I should take for master degree (Aamiin Ya Allah).
I'm still struggling, honestly. Even sometimes i think i wanna give up that I always make my colleagues been occupied by my mistakes. But it is wothy to give up now? No. I just have to keep on learning so that I can stop making mistakes.
So, for all you who are still struggling with your new job, your promotion, your new life, your education, or everything new:
For God's sake, no smooth road to ride!
Selasa, 30 Desember 2014
Jumat, 16 Mei 2014
BABY
Halo! ^,^
Mungkin ada beberapa orang yang bolak-balik refresh blog gue untuk tahu kelanjutan cerita Frisian Flag gue. Sabar ya! Aku juga masih menunggu pengumuman nih ;") Kemarin (14/05/2014) sudah interview BOD, katanya sih hari ini (16/05/2014) akan ditelepon untuk diberitahukan hasilnya. Tapi biasalah, PHP gitu ;') Doakan aku ya guys! Aku janji nanti akan cerita!
========================================================================
Hari ini aku mau cerita tentang bayi.
Kenapa bayi? Karena aku ingin punya bayi! Hahahahaha. Percaya gak percaya, dulu gue benci banget sama bayi dan sejenisnya. Gue ga ngerti banget gimana caranya "main" sama bayi dan balita. Tapi sekarang? Aku rasanya seperti children magnet. Semua anak ingin dekat2 aku ;')
Semenjak gue kerja di Morula IVF Jakarta, gue jadi lebih menghargai orang tua. Bukan berarti sebelumnya gue tidak menghargai orang tua ya! Tapi gue terharu banget ngelihat para calon orang tua yang rela mengeluarkan uang berpuluh juta rupiah untuk menimang seorang buah hati.
Bagi sebagian orang, memiliki seorang buah hati adalah perkara yang sulit dan menguras hati. Ditambah lagi, pola pikir masyarakat Indonesia yang menganggap pengantin baru harus segera punya bayi. Sudahlah, jangan tambah lagi penderitaan mereka dengan omongan-omongan negatif yang kau sampaikan pada mereka. Kalian gak tau kan gimana menderitanya mereka? Bahkan beberapa pasien di sini sudah menikah selama 17 tahun dan belum juga dikaruniai keturunan. Apakah mereka tidak mencoba berbagai macam cara? Tentu sudah! Saking banyaknya daya dan upaya yang mereka lakukan, akhirnya mereka hanya bisa terdiam dan menerima takdir yang dituliskan Tuhan untuknya.
Banyak anggapan yang menyudutkan wanita. Seolah-olah wanitalah penyebab kemandulan. Seolah-olah hanya wanitalah yang tidak mampu dibuahi. Seolah-olah hanya wanitalah yang patut disalahkan sehingga para lelaki tinggal menceraikan wanita dan mencari penggantinya. Yakin? Kalian yakin dalam sekali ejakulasi, kalian punya sperma? Kalian yakin jika jumlah sperma kalian cukup untuk membuahi wanitamu? Kalian yakin jika sperma kalian berbentuk sempurna? Kalian yakin jika sperma kalian bergerak? Ada kondisi yang bernama azoospermia ketika di dalam sekali ejakulasi tidak ditemukan satupun sperma hidup walaupun air mani Anda membludak. Ada juga kondisi teratozoospermia ketika proporsi sperma berbentuk normal terlalu sedikit, oligozoospermia ketika jumlah sperma terlalu sedikit, asthenozoospermia ketika proporsi sperma yang hidup dan bergerak terlalu sedikit, atau bahkan kondisi asthenoteratooligozoospermia ketika semua sperma kategori abnormal bercampur menjadi satu. Semua kondisi itu hanya bisa diketahui dari analisis sperma. Jadi, sebelum langsung menyalahkan wanitamu dan menyuruh mereka untuk memeriksa kondisi alat reproduksinya, alangkah lebih bijak jika kamu (para lelaki) juga memeriksakan kondisi spermamu kan?
Okay, terkesn menyudutkan pria ya? Maaf deeeeh..........
Soalnya memang masalah yang diderita wanita bisa jadi lebih kompleks dibandingkan laki-laki. Penyebab infertilitas pada wanita bisa karena endometriosis, penyumbatan pada tuba falopii, hidrosalphing, mioma, kista, dan sebagainya. Mungkin agak terlalu lebay untuk diceritakan di sini karena ini adalah blog pribadi ya hehe. But i'm open to discussion kalau mau berdiskusi :)
Bahkan pada beberapa wanita, mereka membentuk antibodi antisperma pada sperma tertentu. Kasusnya seperti ini, ibu A sudah 10 tahun menikah dengan bapak B dan belum juga memiliki keturunan. Akhirnya mereka pun bercerai dan masing-masing sudah memiliki pasangan baru. Tidak berapa lama, mereka akhirnya bisa membuahi dan dibuahi oleh pasangan barunya masing-masing. Aneh ya? Begitulah. Ternyata ibu A memiliki antibodi antisperma bagi sperma bapak B. Aneh tapi nyata. Begitulah tetap ada tangan Tuhan yang memainkan nasib manusia.
Tapi tenang saja moms and dads! Bukan berarti kalian tidak akan memiliki momongan selamanya kok! Selama ada kemauan pasti ada jalan! Klinik-klinik fertilitas bisa dengan mudah kalian temui di rumah sakit di Indonesia, kok! Salah satunya ya Morula IVF. Saat ini Morula IVF sudah ada di Jakarta, Margonda, Surabaya, Padang, dan Pekanbaru. Oh ya, Morula IVF Jakarta biasanya rutin mengadakan kelas fertilitas setiap hari Sabtu loh. Gratisssss cyin! Tapi kalian harus sering-sering cek akun media sosial Morula IVF Jakarta untuk mendapatkan info terkini seputar promo dan kegiatan kami.
Oh ya, kami sedang mengadakan Promo Kartini untuk program bayi tabung juga
So, moms and dad, keep fighting ya? Your baby is about to come to you, just dont lose your faith.. ;')
Mungkin ada beberapa orang yang bolak-balik refresh blog gue untuk tahu kelanjutan cerita Frisian Flag gue. Sabar ya! Aku juga masih menunggu pengumuman nih ;") Kemarin (14/05/2014) sudah interview BOD, katanya sih hari ini (16/05/2014) akan ditelepon untuk diberitahukan hasilnya. Tapi biasalah, PHP gitu ;') Doakan aku ya guys! Aku janji nanti akan cerita!
========================================================================
Hari ini aku mau cerita tentang bayi.
Kenapa bayi? Karena aku ingin punya bayi! Hahahahaha. Percaya gak percaya, dulu gue benci banget sama bayi dan sejenisnya. Gue ga ngerti banget gimana caranya "main" sama bayi dan balita. Tapi sekarang? Aku rasanya seperti children magnet. Semua anak ingin dekat2 aku ;')
Semenjak gue kerja di Morula IVF Jakarta, gue jadi lebih menghargai orang tua. Bukan berarti sebelumnya gue tidak menghargai orang tua ya! Tapi gue terharu banget ngelihat para calon orang tua yang rela mengeluarkan uang berpuluh juta rupiah untuk menimang seorang buah hati.
Bagi sebagian orang, memiliki seorang buah hati adalah perkara yang sulit dan menguras hati. Ditambah lagi, pola pikir masyarakat Indonesia yang menganggap pengantin baru harus segera punya bayi. Sudahlah, jangan tambah lagi penderitaan mereka dengan omongan-omongan negatif yang kau sampaikan pada mereka. Kalian gak tau kan gimana menderitanya mereka? Bahkan beberapa pasien di sini sudah menikah selama 17 tahun dan belum juga dikaruniai keturunan. Apakah mereka tidak mencoba berbagai macam cara? Tentu sudah! Saking banyaknya daya dan upaya yang mereka lakukan, akhirnya mereka hanya bisa terdiam dan menerima takdir yang dituliskan Tuhan untuknya.
Banyak anggapan yang menyudutkan wanita. Seolah-olah wanitalah penyebab kemandulan. Seolah-olah hanya wanitalah yang tidak mampu dibuahi. Seolah-olah hanya wanitalah yang patut disalahkan sehingga para lelaki tinggal menceraikan wanita dan mencari penggantinya. Yakin? Kalian yakin dalam sekali ejakulasi, kalian punya sperma? Kalian yakin jika jumlah sperma kalian cukup untuk membuahi wanitamu? Kalian yakin jika sperma kalian berbentuk sempurna? Kalian yakin jika sperma kalian bergerak? Ada kondisi yang bernama azoospermia ketika di dalam sekali ejakulasi tidak ditemukan satupun sperma hidup walaupun air mani Anda membludak. Ada juga kondisi teratozoospermia ketika proporsi sperma berbentuk normal terlalu sedikit, oligozoospermia ketika jumlah sperma terlalu sedikit, asthenozoospermia ketika proporsi sperma yang hidup dan bergerak terlalu sedikit, atau bahkan kondisi asthenoteratooligozoospermia ketika semua sperma kategori abnormal bercampur menjadi satu. Semua kondisi itu hanya bisa diketahui dari analisis sperma. Jadi, sebelum langsung menyalahkan wanitamu dan menyuruh mereka untuk memeriksa kondisi alat reproduksinya, alangkah lebih bijak jika kamu (para lelaki) juga memeriksakan kondisi spermamu kan?
Okay, terkesn menyudutkan pria ya? Maaf deeeeh..........
Soalnya memang masalah yang diderita wanita bisa jadi lebih kompleks dibandingkan laki-laki. Penyebab infertilitas pada wanita bisa karena endometriosis, penyumbatan pada tuba falopii, hidrosalphing, mioma, kista, dan sebagainya. Mungkin agak terlalu lebay untuk diceritakan di sini karena ini adalah blog pribadi ya hehe. But i'm open to discussion kalau mau berdiskusi :)
Endometriosis itu seperti ini. Bahasa awamnya: dinding rahim yang menempel di tempat lain. Jadi ketika menstruasi, terasa sangat sakit dan terkadang gak berhenti2 karena peluruhan juga terjadi di tempat lain tersebut..
Bahkan pada beberapa wanita, mereka membentuk antibodi antisperma pada sperma tertentu. Kasusnya seperti ini, ibu A sudah 10 tahun menikah dengan bapak B dan belum juga memiliki keturunan. Akhirnya mereka pun bercerai dan masing-masing sudah memiliki pasangan baru. Tidak berapa lama, mereka akhirnya bisa membuahi dan dibuahi oleh pasangan barunya masing-masing. Aneh ya? Begitulah. Ternyata ibu A memiliki antibodi antisperma bagi sperma bapak B. Aneh tapi nyata. Begitulah tetap ada tangan Tuhan yang memainkan nasib manusia.
Tapi tenang saja moms and dads! Bukan berarti kalian tidak akan memiliki momongan selamanya kok! Selama ada kemauan pasti ada jalan! Klinik-klinik fertilitas bisa dengan mudah kalian temui di rumah sakit di Indonesia, kok! Salah satunya ya Morula IVF. Saat ini Morula IVF sudah ada di Jakarta, Margonda, Surabaya, Padang, dan Pekanbaru. Oh ya, Morula IVF Jakarta biasanya rutin mengadakan kelas fertilitas setiap hari Sabtu loh. Gratisssss cyin! Tapi kalian harus sering-sering cek akun media sosial Morula IVF Jakarta untuk mendapatkan info terkini seputar promo dan kegiatan kami.
Oh ya, kami sedang mengadakan Promo Kartini untuk program bayi tabung juga
So, moms and dad, keep fighting ya? Your baby is about to come to you, just dont lose your faith.. ;')
Rabu, 23 April 2014
MANAGEMENT TRAINEE FRISIAN FLAG INDONESIA
Hai, guys! Kali ini gue mau menceritakan pengalaman gue mengikuti seleksi yang (menurut gue) paling menegangkan. Selain karena Frisian Flag adalah salah satu perusahaan mutlinasional di sektor FMCG yang tidak bisa dipandang sebelah mata, siapa sih yang tidak tergiur dengan benefit susu gratis setiap bulannya? *Jangan-jangan gue doang*
========================================================================
Apa sih Management Trainee itu? Management Trainee adalah salah satu "kelas akselerasi" untuk bisa menempati posisi manajerial di perusahaan. Tidak cuma FFI (Frisian Flag Indonesia -RED), banyak perusahaan lain yang juga membuka posisi ini. Biasanya, perusahaan yang membuka lowongan ini adalah perusahaan-perusahaan yang ingin melebarkan sayap bisnisnya ke seluruh daerah di Indonesia. Kalo di FFI sendiri, para management trainee langsung menempati level 8 (level 1 terendah, level 14 tertinggi). Jadi jelas banget kan kalo management trainee itu adalah program fast track karena jika regular staff butuh waktu 4-5 tahun untuk bisa menempati posisi manajerial, para management trainee hanya butuh waktu 12-18 bulan untuk bisa menempati posisi Business Area Supervisor (BAS).
Tapi jangan bersenang-senang dulu, guys! Jangan harap kalian langsung penempatan menjadi BAS di kota besar. Salah besar. Karena anak-anak MT akan ditempatkan di area entah-berantah di seluruh Indonesia tergantung business needs FFI. It could be freaking everywhere. So, for you spoilsport people who cannot live far from the crowd of the city, who cannot travel by yourself, who have to be driven to go everywhere you need to go, just back off from this position! Hehehe.
Okay, back to MT itself.
FFI biasanya mengadakan opening di jobfair yang diadakan oleh universitas ternama di Indonesia. Posisi MT yang ditawarkan sejauh ini hanya dua, yaitu MT Corporate dan MT Sales. Jika MT Sales dipersiapkan untuk langsung menempati posisi BAS, MT Corporate akan dipersiapkan untuk langsung menempati posisi manajerial di head office yang terletak di Ciracas KM 26. Syarat utama MT Corporate adalah lulusan magister dari universitas ternama di Indonesia, atau jika Anda lulusan sarjana dengan IPK > 3,5, Anda diperbolehkan untuk mendaftar.
Saya akan menjelaskan MT Sales ya.
Seleksi pertama MT Sales adalah seleksi administrasi. FYI, pendaftar MT Sales saat FFI mengadakan jobfair di UI pada Februari 2014 ada sebanyak > 3000 orang. Yap, super sekali ya? Lalu setelah proses rejected by system (IPK + umur), sisa pendaftar ada +- 2200 orang. Masih super ya? Lalu setelah itu ada beberapa seleksi administrasi yang dilakukan oleh HR dengan bantuan sistem (jobstreet) sehingga menyisakan +- 1000 orang. Masih super? Yep, karena setelah itu, HR yang langsung menyeleksi ribuan CV yang masuk. All hail to HR division in all of big companies! Hahahaha.
Setelah seleksi administrasi, terpilihlah ratusan orang yang akan mengikuti proses seleksi dengan sistem gugur. Perlu diingat bahwa para calon bersaing dengan standar FFI, bukan bersaing dengan sesama calon (bukan sistem kuota).
Rangkaian seleksi kedua diadakan pada hari yang sama dan terdiri dari beberapa proses (yang juga dengan sistem gugur): Psikotest, Focus Group Discussion, dan Interview Psikolog.
Oh ya, sebelum psikotest akan ada presentasi dulu nih tentang apa-apa saja yang perlu kalian ketahui tentang FFI dan program MT FFI. Rangkaian psikotest cukup memakan energi nih, guys! Tapi tenang saja karena FFI sudah menyediakan coffe break (teh, kopi, dan kue-kue Holland Bakery) ^,^
Rangkaian psikotest terdiri dari Logical Test, Kraeplin Test, Wartegg Test, Draw a Man, dan Draw a Tree. Di proses inilah biasanya terjadi a massive cut! Dari 65 orang bisa langsung jadi 18 orang saja. Sekali lagi, kalian bersaing dengan standar FFI, bukan bersaing dengan sesama kalian. Anggap saja bahwa FFI rugi karena tidak menerima kalian sebagai calon yang lolos! It's their lost! ^,^
-setelah itu ada makan siang yang disediakan oleh FFI-
Oh ya guys, buat kalian yang langsung datang dari luar kota (JABODETABEKSERP) untuk ikut tes, ongkos kalian akan di-reimburse 100% oleh FFI. Jangan lupa bawa buku tabungan dan KTP ya!
Setelah makan siang, kalian yang lolos akan mengikuti Focus Group Discussion. Buat yang belom tau apa itu FGD, FGD adalah sebuah tes yang dapat mengukur kemampuan kita bekerja sama, bernegosiasi, dan mengambil keputusan dalam tim untuk memecahkan masalah tertentu. Ingat, dalam tim. Jadi jangan terlalu aktif atau terlalu pasif dalam menyampaikan pendapat pribadi. Jangan lupa untuk menghargai pendapat orang lain dan jangan memaksakan kehendak. Jika ingin menyanggah pendapat orang lain, jangan lupa mengucapkan, "Saya setuju dengan pendapat Anda, tapi alangkah lebih jika.....".
Jangan memotong pembicaraan orang. Itu yang paling penting. Ingat, selama tes hari itu, kalian akan dinilai oleh pihak ketiga (konsultan psikologi) dan bukan dari HR FFI. Itu justru lebih bahaya karena mereka bisa langsung tahu what really in your mind.
Nah, setelah lolos tes FGD, kalian akan mengikuti tes interview psikolog. Tapi selama menunggu giliran interview, kalian akan diberikan 2 lembar kertas tes (lagi) yang bertujuan untuk menilai kepribadian kita dan cara pandang kita terhadap diri sendiri. Oh ya, interview psikolog ini tidak bisa diprediksi karena setiap psikolog punya caranya masing-masing untuk tahu kepribadian peserta (ada sekitar 6 orang psikolog).
Lalu setelah kalian dinyatakan lolos interview psikolog, kalian akan melakukan English Presentation Test. Pengumuman siapa yang akan lolos ke babak presentasi akan dihubungi via telepon. Agak deg2an nih jika kalian ditelepon sama HR FFI karena mereka tidak hanya menghubungi yang lolos, tapi juga yang tidak lolos :(
Ada 3 assessor yang akan menilai presentasi kalian. Tenang, semuanya orang pribumi kok. Hehehehehe. Presentasinya impromtu. Jadi kalian diberikan case study dan kalian diberikan waktu 30 menit untuk menganalisis root case, problems, dan solutions. Kalian juga harus menuliskan "power point" yang akan kalian sajikan di selembar kertas. Kertas tersebut akan di-scan dan disajikan via proyektor. Kalian diberikan waktu 15 menit untuk presentasi dan Q&A session. Tenang, yang bertanya adalah sesama kalian kok. Oleh sebab itu, jangan lupa untuk berkenalan dengan sesama peserta sebelum mulai tes ya! ^,^
Setelah kalian dinyatakan lolos tes presentasi, kalian akan tes medical checkup. Medical checkup-nya terdiri dari tes kesehatan fisik, tes darah, tes urin, dan.........................tes feses. Iyuh!
FFI bekerja sama dengan Lab Prodia sehingga kalian tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk tes lab (kecuali ongkos untuk ke Prodia terdekat). Prodia akan langsung mengirimkan hasil medcheck kita ke FFI nih, jadi kita hanya berharap semoga kita sehat wal 'afiat. Pengumumannya akan dilakukan via telepon maksimal 1 minggu setelah tanggal pemeriksaan. Jadi deg2an serr juga deh karena semua peserta akan ditelepon untuk diberitahu lolos/tidaknya..
Ini terakhir? Belum, guys! Jika kalian dinyatakan lolos medical checkup, kalian akan melakukan interview dengan Board of Director FFI! Pengumuman lolos interview BOD akan dilakukan pada hari itu juga loh.. You have to bring your A game in this stage! No turning back! A study shows that an interviewee has known whether or not he/she will hire an interviewer for ther first 90 seconds! Use the first 90 seconds to make a super stood out impression!
Okay, guys! I'm talking to myself to make a good impression because i have to do interview with BOD on May, 8th! Hihihi. Wish me luck, guys! I'll keep you informes by the time i've been interviewed. I wish to give you a good news! Aamiin ya Allah ;")
GOOD LUCK FOR US!
Rabu, 16 April 2014
Wanita Karier
Sudah lama. Sudah lama ya saya tidak blogging. Sangat lama malah hahahaha~~
========================================================================
Wah! Tidak terasa sekarang sudah tahun 2014! Telat, ya? Ya gapapa deh. Yang jelas tahun 2013 itu tahun kebangkitan banget. Susah, senang, sedih, marah, kecewa, merasa tidak berguna, merasa ingin menyerah, bahagia, semuanya campur jadi satu. Benar-benar tahun yang "wah" sekali. Kenapa?
Pertama
Skripsi yang dikerjakan dengan darah dan air mata akhirnya selesai juga! Benar-benar dengan darah dan air mata? Tentu saja! Saya jatuh hingga kaki berdarah saat lari-larian sambil membawa 3 tumpuk skripsi karena hari itu adalah hari terakhir yudisium. Saya nangis di depan salah satu sekolah tempat penelitian saya (saya memakai data primer) karena kepala sekolah menolak saya mentah-mentah (padahal waktu tinggal 1 bulan lagi). Tapi itu semua sepadan dengan hasilnya. Saya, seorang mahasiswa yang bisa dibilang hampir tidak punya karya, akhirnya bisa menyelesaikan skripsi dengan data primer 280 siswa SMA di sekolah X dan Y di Jakarta Timur dengan tema kesehatan reproduksi. Mau berdiskusi? Yuk! :)
Kedua
Saya sudah wisuda dan resmi bergelar Sarjana Kesehatan Masyarakat. Senang kah saya ketika hari wisuda? Nope. Kalian gak tau perjuangannya Tito untuk membujuk saya mau mengikuti wisuda. Hari itu, saat gladi resik wisuda, saya ngadat. Gue ga mau keluar dari mobilnya Tito. Gue nangis kejer sambil teriak2 karena gak mau wisuda. Well, memang cuma 'gladi resik' sih. Tapi kalo di Universitas Indonesia, justru di Gladi Resik ini lah kita berfoto sambil bersalaman dengan rektor dan dekan. Gue ga kuat wisuda. Wisuda adalah momen kebahagiaan ketika orang tua dengan bangga melihat "hasil kerja keras" mereka. Tapi gue? Man, orang tua gue aja gak ada dua2nya! Terus apa yang harus dibanggakan? Terus gue harus kuat ngeliat orang2 dianter sama kedua orang tua (bahkan ada yang bawa segerombolan keluarga besar) sementara gue "cuma" dianter sama Tito? Terus gue harus bangga dengan baju seadanya yang gue pake buat Gladi Resik (karena beli kebaya lagi mahal bok), sementara orang2 udah pada pake kebaya dan dandan full makeup (FYI, gue dandan sendiri). Tapi dengan kesabarannya, akhirnya pria itu berhasil membujuk gue untuk ikut wisuda. Akhirnya pria itu berhasil menyadarkan gue bahwa ketidakhadiran papa bukan berarti beliau gak bangga dengan gue. Akhirnya pria itu berhasil membuat gue berhenti menangis karena gue ga suka juga ngeliat dia jadi ikutan nangis gara2 gue. Akhirnya pria itu senantiasa nungguin gue sampe gue selesai wisuda. Pria itu juga menemani gue seharian penuh pas sidang skripsi loh! :)
Ketiga
"Pas sekolah, pengen cepet2 kuliah biar bisa pake baju bebas. Pas kuliah, pengen cepet2 kerja biar bisa punya uang sendiri. Pas kerja, pengen balik lagi ke kuliah karena ga kuat sama tekanan kerjaan."
Pernah ga sih kalian ngalamin fase itu? Gue sih iya, hehehe. Kerja itu banyak ya tekanannya. Well, ga cuma tekanan dari jobdesc kita aja ternyata, tapi juga dari tempat kerja dan tuntutan sosialnya. Man, backstabbers are freaking everywhere! Lo ga pernah kerja di tempat yang atasannya ngehina lo terus? Lo ga pernah kan kerja di tempat yang rekan kerjanya ngeremehin lo terus? Lo ga pernah kerja di tempat yang tuntutan kerjanya tinggi tapi kesejahteraan lo ga terjamin? Tapi yang mau gue tekankan di sini bukan tentang lo yang harus terus-terusan mengeluh betapa kejamnya dunia ini.
Gue saat ini kerja di sebuah rumah sakit elit di Jakarta. Sebuah klinik pusat bayi tabung nasional yang cukup tersohor. Tapi sayang seribu sayang, standar penggajian karyawan mereka sangat kecil. Well, sebenernya salah gue juga sih. Kenapa juga gue dulu nerima kerjaan di sini setelah HR-nya mengumumkan gaji gue? Tapi gue sebenarnya menemukan banyak hikmah dengan bekerja di sini. Gue di sini menemukan banyak sekali orang2 kaya yang harus mengeluarkan beratus-ratus juta rupiah hanya untuk mendapatkan bayi. Gue di sini menemukan bos yang sangat visioner dan sangat inspiratif (meskipun gue jadi dibilang "anak kesayangan" bos). Gue belajar bagaimana cara "menelan bulat-bulat" semua penghinaan yang ditujukan buat gue. Gue belajar bagaimana cara mengerjakan tugas2 gue dengan baik tanpa bantuan orang lain (karena gue sendirian di divisi ini). Gue belajar bagaimana mengatur uang dengan baik karena gaji gue ga sebesar teman2 gue yang kerja di perusahaan swasta terkemuka. Gue belajar bahwa terkadang tempat yang paling baik untuk mengembangkan diri justru berada di tempat yang belum berkembang. Kalo kata bos gue yang baik itu, lo akan ngerasa sangat bangga ketika organisasi yang lo bangun dengan terseok-seok dari nol, berkembang jauh dan pesat ketika ada di tangan lo. Yang jelas gue belajar bahwa rezeki tidak hanya datang dari satu tempat karena matematika Tuhan berbeda dengan matematika manusia.
Last but not least, tahun 2013 ini mengajarkan gue untuk semakin berhati-hati menjaga hati ;")
========================================================================
Well, itulah highlight gue selama tahun 2013. Kalau highlight lo gimana? :)
========================================================================
Wah! Tidak terasa sekarang sudah tahun 2014! Telat, ya? Ya gapapa deh. Yang jelas tahun 2013 itu tahun kebangkitan banget. Susah, senang, sedih, marah, kecewa, merasa tidak berguna, merasa ingin menyerah, bahagia, semuanya campur jadi satu. Benar-benar tahun yang "wah" sekali. Kenapa?
Pertama
Skripsi yang dikerjakan dengan darah dan air mata akhirnya selesai juga! Benar-benar dengan darah dan air mata? Tentu saja! Saya jatuh hingga kaki berdarah saat lari-larian sambil membawa 3 tumpuk skripsi karena hari itu adalah hari terakhir yudisium. Saya nangis di depan salah satu sekolah tempat penelitian saya (saya memakai data primer) karena kepala sekolah menolak saya mentah-mentah (padahal waktu tinggal 1 bulan lagi). Tapi itu semua sepadan dengan hasilnya. Saya, seorang mahasiswa yang bisa dibilang hampir tidak punya karya, akhirnya bisa menyelesaikan skripsi dengan data primer 280 siswa SMA di sekolah X dan Y di Jakarta Timur dengan tema kesehatan reproduksi. Mau berdiskusi? Yuk! :)
Kedua
Saya sudah wisuda dan resmi bergelar Sarjana Kesehatan Masyarakat. Senang kah saya ketika hari wisuda? Nope. Kalian gak tau perjuangannya Tito untuk membujuk saya mau mengikuti wisuda. Hari itu, saat gladi resik wisuda, saya ngadat. Gue ga mau keluar dari mobilnya Tito. Gue nangis kejer sambil teriak2 karena gak mau wisuda. Well, memang cuma 'gladi resik' sih. Tapi kalo di Universitas Indonesia, justru di Gladi Resik ini lah kita berfoto sambil bersalaman dengan rektor dan dekan. Gue ga kuat wisuda. Wisuda adalah momen kebahagiaan ketika orang tua dengan bangga melihat "hasil kerja keras" mereka. Tapi gue? Man, orang tua gue aja gak ada dua2nya! Terus apa yang harus dibanggakan? Terus gue harus kuat ngeliat orang2 dianter sama kedua orang tua (bahkan ada yang bawa segerombolan keluarga besar) sementara gue "cuma" dianter sama Tito? Terus gue harus bangga dengan baju seadanya yang gue pake buat Gladi Resik (karena beli kebaya lagi mahal bok), sementara orang2 udah pada pake kebaya dan dandan full makeup (FYI, gue dandan sendiri). Tapi dengan kesabarannya, akhirnya pria itu berhasil membujuk gue untuk ikut wisuda. Akhirnya pria itu berhasil menyadarkan gue bahwa ketidakhadiran papa bukan berarti beliau gak bangga dengan gue. Akhirnya pria itu berhasil membuat gue berhenti menangis karena gue ga suka juga ngeliat dia jadi ikutan nangis gara2 gue. Akhirnya pria itu senantiasa nungguin gue sampe gue selesai wisuda. Pria itu juga menemani gue seharian penuh pas sidang skripsi loh! :)
Ketiga
"Pas sekolah, pengen cepet2 kuliah biar bisa pake baju bebas. Pas kuliah, pengen cepet2 kerja biar bisa punya uang sendiri. Pas kerja, pengen balik lagi ke kuliah karena ga kuat sama tekanan kerjaan."
Pernah ga sih kalian ngalamin fase itu? Gue sih iya, hehehe. Kerja itu banyak ya tekanannya. Well, ga cuma tekanan dari jobdesc kita aja ternyata, tapi juga dari tempat kerja dan tuntutan sosialnya. Man, backstabbers are freaking everywhere! Lo ga pernah kerja di tempat yang atasannya ngehina lo terus? Lo ga pernah kan kerja di tempat yang rekan kerjanya ngeremehin lo terus? Lo ga pernah kerja di tempat yang tuntutan kerjanya tinggi tapi kesejahteraan lo ga terjamin? Tapi yang mau gue tekankan di sini bukan tentang lo yang harus terus-terusan mengeluh betapa kejamnya dunia ini.
Gue saat ini kerja di sebuah rumah sakit elit di Jakarta. Sebuah klinik pusat bayi tabung nasional yang cukup tersohor. Tapi sayang seribu sayang, standar penggajian karyawan mereka sangat kecil. Well, sebenernya salah gue juga sih. Kenapa juga gue dulu nerima kerjaan di sini setelah HR-nya mengumumkan gaji gue? Tapi gue sebenarnya menemukan banyak hikmah dengan bekerja di sini. Gue di sini menemukan banyak sekali orang2 kaya yang harus mengeluarkan beratus-ratus juta rupiah hanya untuk mendapatkan bayi. Gue di sini menemukan bos yang sangat visioner dan sangat inspiratif (meskipun gue jadi dibilang "anak kesayangan" bos). Gue belajar bagaimana cara "menelan bulat-bulat" semua penghinaan yang ditujukan buat gue. Gue belajar bagaimana cara mengerjakan tugas2 gue dengan baik tanpa bantuan orang lain (karena gue sendirian di divisi ini). Gue belajar bagaimana mengatur uang dengan baik karena gaji gue ga sebesar teman2 gue yang kerja di perusahaan swasta terkemuka. Gue belajar bahwa terkadang tempat yang paling baik untuk mengembangkan diri justru berada di tempat yang belum berkembang. Kalo kata bos gue yang baik itu, lo akan ngerasa sangat bangga ketika organisasi yang lo bangun dengan terseok-seok dari nol, berkembang jauh dan pesat ketika ada di tangan lo. Yang jelas gue belajar bahwa rezeki tidak hanya datang dari satu tempat karena matematika Tuhan berbeda dengan matematika manusia.
Last but not least, tahun 2013 ini mengajarkan gue untuk semakin berhati-hati menjaga hati ;")
========================================================================
Well, itulah highlight gue selama tahun 2013. Kalau highlight lo gimana? :)
Rabu, 16 Januari 2013
Blokade Rel, Sepenuhnya Salah BEM UI kah?
Well, masih segar di ingatan kita kasus blokade rel oleh para demonstran pada tanggal 14 Januari 2013 yang lalu. Tentang bagaimana BEM UI dianggap menjadi provokator. Tentang bagaimana BEM UI dianggap bodoh karena mengorbankan ribuan orang (pengguna jasa KRL) demi segelintir orang (para pedagang). Tentang bagaimana BEM UI dicemooh, dikata-katain, bahkan 'dikutuk' oleh para pengguna jasa KRL yang aktvitasnya terganggu karena kejadian ini. Tentang bagaimana akhirnya MAHASISWA UI menjadi dijelek-jelekkan oleh akun Twitter anonim (sebut saja @TrioMacan2000) yang menjadi provokator dan me-retweet semua mention kasar yang dilakukan oleh para followers akun tersebut. Sakit hati? Tentu saja! Gue memang bukan anak BEM UI, tapi gue MAHASISWA UI. Gue tau alasan di balik BEM UI sebegitu berjuangnya melawan PT KAI.
Mungkin emang tindakan blokade rel itu salah besar. Nol besar. Itu sebuah blunder bagi kami (kalau tidak bisa menyalahkan BEM UI), mahasiswa UI. Gue pun sempat search tweet tentang blokade rel tersebut dan menemukan ada banyak orang yang gak bisa ikut UAS karena kereta hanya sampai Stasiun UI. Ada juga yang gak sempat jenguk kerabatnya yang sedang sekarat hingga akhirnya kerabat tersebut meninggal dunia. Ada juga ribuan komuter yang terlambat pulang kerja sehingga mereka harus berjalan kaki menyusuri rel untuk pulang ke rumah masing-masing. Mereka akhirnya mengutuk kami mahasiswa UI setelah disulut oleh tweet pionir dari si Macan kampungan itu. Mereka akhirnya hanya melihat kami sebagai mahasiswa bermodal uang yang sekolah di UI dan bisanya berfoya-foya. Sedangkal itukah pikiran mereka? Baiklah, mari kita luruskan ketidaktahuan mereka dengan membaca sejenak postingan yang ditulis oleh Wakil BEM UI 2013, Azhar Nurun Ala, yang bisa ditemui di blog pribadi beliau.
========================================================================
Saya menarik nafas dalam-dalam, menghembuskannya pelan-pelan. Sembari memejamkan mata untuk beberapa lama, lantas memaknai ulang nasihat itu:“Jangan pernah salahkan mereka yang tidak tahu.”
Mungkin emang tindakan blokade rel itu salah besar. Nol besar. Itu sebuah blunder bagi kami (kalau tidak bisa menyalahkan BEM UI), mahasiswa UI. Gue pun sempat search tweet tentang blokade rel tersebut dan menemukan ada banyak orang yang gak bisa ikut UAS karena kereta hanya sampai Stasiun UI. Ada juga yang gak sempat jenguk kerabatnya yang sedang sekarat hingga akhirnya kerabat tersebut meninggal dunia. Ada juga ribuan komuter yang terlambat pulang kerja sehingga mereka harus berjalan kaki menyusuri rel untuk pulang ke rumah masing-masing. Mereka akhirnya mengutuk kami mahasiswa UI setelah disulut oleh tweet pionir dari si Macan kampungan itu. Mereka akhirnya hanya melihat kami sebagai mahasiswa bermodal uang yang sekolah di UI dan bisanya berfoya-foya. Sedangkal itukah pikiran mereka? Baiklah, mari kita luruskan ketidaktahuan mereka dengan membaca sejenak postingan yang ditulis oleh Wakil BEM UI 2013, Azhar Nurun Ala, yang bisa ditemui di blog pribadi beliau.
========================================================================
Ketika Pedagang Harus Menunggu Pak Jonan di Atas Rel
Written by Azhar Nurun Ala; Photos by: Garda Sembiring
Saya menarik nafas dalam-dalam, menghembuskannya pelan-pelan. Sembari memejamkan mata untuk beberapa lama, lantas memaknai ulang nasihat itu:“Jangan pernah salahkan mereka yang tidak tahu.”
Para pedagang stasiun ini, bersama mahasiswa, KRL Mania dan LBH Jakarta sudah tempuh jalan yang amat sangat manis: dua kali datangi BUMN, tiga kali datangi Komnas HAM (Komnas HAM keluarkan 2 surat teguran dan entah berapa kali teguran lisan), datangi Istana, bahkan datangi Kantor PT KAI di Bandung. Kesemuanya dilakukan untuk sebuah niat baik untuk kebaikan bersama: adanya dialog yang komprehensif antara PT KAI dengan Pedagang.
Mengapa perlu ada dialog yang komprehensif? Karena tentang kontrak, transaksi, dan segala deal yang pernah dibuat antara pedagang pemilik kios dengan PT KAI (yang sekalipun itu hanya oknum Pejabat PT KAI, tetap saja tanggung jawab PT KAI) ada berbagai versi dengan kerumitan kasus yang berbeda. Dengan kronologis yang beragam. Dan jelas dengan Pejabat PT KAI yang juga mungkin berbeda. Sebab itu kami pikir penting kiranya KAI sebagai sebuah Badan Usaha Milik Negara yang seharusnya turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan ekonomi lemah, koperasi, dan masyarakat (sesuai maksud dan tujuan pendirian BUMN dalam UU no 19 2003 tentang BUMN) ini bersedia mengesampingkan sejenak arogansinya untuk sama-sama membahas masalah ini dengan para pedagang.
Mengapa perlu ada dialog yang komprehensif? Karena ini berkaitan dengan hidup ribuan orang (khususnya penggiat usaha yang bergantung pada keberadaan kios-kios merka di stasiun). Hidup yang saya maksud di sini adalah hidup dalam arti paling sederhana: bisa terus bernafas, makan dan minum.
Jalur hukum pun tengah ditempuh. Tapi bisakah kita menggantungkan nasib hanya pada hukum Indonesia yang prosesnya entah berapa tahun dan begitu mudah dibeli?
Saya juga ingin menyampaikan beberapa hal yang saya dapatkan di lapangan.
Ada yang bilang para pedagang ini sudah menyepakati kontrak bahwa mereka harus bersedia digusur tanpa ganti rugi. Mungkin ini jadi kelalaian pedagang beberapa tahun lalu. Tapi apa yang harus mereka lakukan bila mereka (yang sedang tertekan dan hidup dalam keterpaksaan ini) dipaksa setuju dan tanda tangan dengan ancaman tak boleh lagi berdagang? Alhasil, mereka tandatangani lah perjanjian yang dibuat sepihak tersebut (perjanjian ini pun punya beberapa versi). Alhasil, mereka beli lah kios-kios belasan sampai puluhan juta itu—sebagian dengan menghutang.
Ada yang bilang para pedagang ini sudah setuju kios-kiosnya dibongkar. Adakah yang bisa membayangkan apa yang dirasakan para pedagang bila sang kepala stasiun memberikan surat pemberitahuan penggusuran ini dengan ditemani 5 orang Brimob dan 5 orang marinir bersenjata laras panjang? Lalu dipaksa tanda tangan tabel kosong. Lalu hampir tiap hari merasa terintimidasi oleh aparat-aparat tersebut yang mondar-mandir di depan kios mereka. Jadi apakah benar sebagian pedagang sudah setuju? Bukan. Bukan Setuju. Tapi pasrah dalam ketakberdayaan.
Jadi, jangan. Jangan pernah samakan pola pikir para pedagang dengan Dirut PT KAI yang sudah pasti cerdas karena katanya pernah sekolah di Harvard.
Kemudian tentang aksi menunggu kehadiran Dirut KAI Ignasius Jonan di atas rel beberapa hari yang lalu, tentu kami mohon maaf sebesar-besarnya atas kenyamanan yang sempat terganggu.
Namun barangkali ada beberapa hal yang juga perlu kita renungkan:
Bila kita, yang biasa tempuh perjalanan dalam waktu 1-2jam lalu dengan keterlambatan kereta ini jadi merasa cemas dan kesal selama lebih kurang 5jam, bagaimana dengan para pedagang yang hampir dua bulan terakhir ini tak pernah nyenyak tidurnya karena dihantui ketakutan: tentang akan makan apa keluarganya, akan bagaimana masa depan anak-anaknya, akan bagaimana pekerjaannya, akan apa yang dilakukan ketika kiosnya (sebagai sumber penghidupannya selama bertahun-tahun ini) diratakan begitu saja. Tanpa kejelasan bahkan sekadar dialog.
Bila kita, yang biasa tempuh perjalanan dalam waktu 1-2jam lalu dengan keterlambatan kereta ini jadi terlambat bertemu keluarga di rumah, bagaimana dengan para pedagang yang bila jadi digusur dalam waktu 3jam saja keluarganya kehilangan masa depan.
Dan bila Bapak Ignasius Jonan, sudah ditunggu di atas rel saja tidak bersedia hadir bahkan sekadar kirimkan perwakilannya untuk bicara dengan para pedagang, betapa arogannya Direktur Umum PT KAI (yang merupakan Badan Usaha Milik Negara) ini. Tawaran “kami akan berhenti menunggu di rel bila Ignasius Jonan atau setidaknya perwakilannya menemui kami” itu entah dianggap sebagai apa. Padahal harusnya ada reaksi yang sigap, bila Pak Jonan memang tulus ingin mengutamakan pelayanan publik.
Saya juga menyesalkan Pak Gubernur Jakarta, Jawa Barat, dan Walikota Depok yang sampai sekarang masih diam saja (belum bersikap) padahal rakyatnya jelas-jelas telah diintimidasi polisi dan marinir bersenjata, dianiaya oleh preman bayaran PT KAI dan dilanggar HAM-nya. Sebagian telah dirampas pekerjaannya. Semoga Bapak-bapak sekalian juga bisa segera bertindak, bantu mediasi dan ikut pikirkan nasib para pedagang ini. Dan yang dibutuhkan para pedagang bukanlah spanduk besar dengan senyum sumringah dan ucapan belasungkawa dari Bapak, tapi tindakan dan tanggungjwab tegas seorang pemimpin: seorang yang bergantung padanya harapan jutaan rakyat.
Para preman berperawakan Indonesia timur yang tiba-tiba datang dengan linggis dan balok menyerang kios secara membabi buta
Penggusuran dilanjutkan oleh aparat
Preman dan polisi berkolaborasi bongkar paksa kios dan lakukan penganiyaan terhadap pemilik kios dan mahasiswa
Upaya pertahankan kios terakhir, mahasiswa dan pedagang vs preman dan polisi
Ibu Mariana, pemilik kios yang akhirnya hanya bisa pasrah dan menangis didampingi mahasiswa
Sisa-sisa gusuran, puing-puing masa depan
Di atas rel, pedagang tunggu klarifikasi Ignasius Jonan / Perwakilan KAI atas pembongkaran paksa dan penganiayaan yang dilakukan Preman sewaan PT KAI
Mohon bantu sebarkan tulisan ini via Twitter, Facebook (terutama post di group-group), Broadcast Message, Group BBM, Group Whatsapp, dan semua media yang bisa digunakan. Silahkan copy-paste, kutip, reblog, repost, atau apapun selama untuk tujuan yang baik: mengabarkan kebenaran ke seluruh Indonesia. Copy-paste link ini wp.me/p28mfM-xD
=======================================================
Inilah pendapat dari sisi mahasiswa BEM UI. Semoga Anda susah cukup cerdas untuk melakukan sintesis dan evaluasi dari kedua sisi :)
Senin, 31 Desember 2012
#Resolusi2013
2012 sudah akan berlalu, 2013 sudah di depan mata. Saya punya firasat bahwa tahun 2013 akan membawa banyak perubahan ke dalam hidup saya! Aamiin Yaa Allah.
Mungkin banyak orang beranggapan bahwa 'resolusi baru' itu tidak perlu menunggu tahun baru. Ya, betul memang. Tapi kalau kita sudah terlanjur berada di penghujung tahun, ya kebetulan aja 'resolusi' nya itu ada di awal tahun yang baru. Trus ada juga yang bilang kalo resolusi itu ga perlu ditulis dan ditempel di tempat yang terlihat langsung oleh kita. Well, menurut gue, justru dengan kita menulis dan menempel di tempat yang sering kita lihat, kita akan selalu mengingat bahwa kita pernah 'berjanji' pada diri sendiri. Ngebatalin janji orang aja malu, masa ngebatalin janji terhadap diri sendiri ga malu sih? :)
Sama seperti gue. Gue juga menulis resolusi yang gue tempel di balik pintu kamar gue. Supaya apa? Supaya gue akan selalu melihatnya setiap kali gue membuka dan menutup pintu kamar! Apa aja sih resolusi gue? Sederhana, hanya lima. Ini nih coretan harapan berwarna di selembar kertas HVS putih bersih sebagai simbol bahwa lembaran baru HARUS segera dimulai.
========================================================================
Mungkin banyak orang beranggapan bahwa 'resolusi baru' itu tidak perlu menunggu tahun baru. Ya, betul memang. Tapi kalau kita sudah terlanjur berada di penghujung tahun, ya kebetulan aja 'resolusi' nya itu ada di awal tahun yang baru. Trus ada juga yang bilang kalo resolusi itu ga perlu ditulis dan ditempel di tempat yang terlihat langsung oleh kita. Well, menurut gue, justru dengan kita menulis dan menempel di tempat yang sering kita lihat, kita akan selalu mengingat bahwa kita pernah 'berjanji' pada diri sendiri. Ngebatalin janji orang aja malu, masa ngebatalin janji terhadap diri sendiri ga malu sih? :)
Sama seperti gue. Gue juga menulis resolusi yang gue tempel di balik pintu kamar gue. Supaya apa? Supaya gue akan selalu melihatnya setiap kali gue membuka dan menutup pintu kamar! Apa aja sih resolusi gue? Sederhana, hanya lima. Ini nih coretan harapan berwarna di selembar kertas HVS putih bersih sebagai simbol bahwa lembaran baru HARUS segera dimulai.
========================================================================
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM (dalam tulisan Arab)
Allah akan membantu saya untuk memenuhi janji yang harus tercapai selama tahun 2013!
1. SAYA AKAN MENURUNKAN BERAT BADAN SEBANYAK 20 KG (FAT LOSS);
Well, inilah mimpi terbesar saya. Saya ingin mengembalikan masa kejayaan saya yang setahun lalu sempat saya nikmati. Tapi, kali ini saya harus jauh lebih bersabar. Fat loss itu bukan perkara mudah, gue mau yang menghilang dari tubuh gue adalah lemak, bukan cuma sekedar berat badan (weight loss). Buat kalian yang nyadar kalo gue tambah gemuk dan ngegosipin gue, ya gue akui kalau gue gemukan. Tapi insya Allah dan atas usaha gue, beberapa bulan lagi kalian akan ngegosipin gue lagi dengan bilang bahwa gue langsing dan berotot. Apalagi pengalaman tahun lalu yang saya harus amenorrhae (tidak menstruasi) selama setahun karena terlalu banyak berolahraga. Saya pasti berhasil! Saya harus berhasil. Aamiin Ya Allah..
2. SAYA AKAN MULAI MERUTINKAN DHUHA DAN TAHAJUD;
Ini adalah salah satu resolusi tahun 2011 yang sampai sekarang belum terealisasi. Gue udah terlalu jauh dengan Allah. Pertama, gue ga pake hijab, masa gue harus ga rutin mendekatkan diri ke Tuhan gue sendiri? Memang tantangannya berat, tapi ini harus dilaksanakan! Aamiin Ya Allah..
3. SAYA AKAN MENGERJAKAN SKRIPSI DENGAN SEBAIK-BAIKNYA DAN LULUS SEPTEMBER 2013;
Akan terasa berat jika selalu dipikirkan, tapi akan terasa ringan jika selalu dikerjakan. Dan ini bukan pilihan, ini kewajiban. Tidak ada pilihan untuk lulus di semester selanjutnya! TIDAK ADA! Semoga dimudahkan.. Aamiin Ya Allah..
4. SAYA AKAN BEKERJA DI MULTINATIONAL COMPANY (BAHKAN KERJA SEBELUM LULUS KALAU BISA) DAN BELAJAR SELUK-BELUK DUNIA BISNIS;
Kenapa jadi karyawan dulu? Untuk ngumpulin modal, bung! Gue gak mau buka usaha dengan pinjam modal sana-sini. Lagipula apa salahnya sih jadi karyawan? Justru bisa jadi bahan pelajaran bagaimana cara memperlakukan karyawan jika nanti kita udah punya usaha sendiri dan punya banyak karyawan. Dunia bisnis keras, bung! Apalagi gue datang dari dunia yang sama sekali tidak mempelajari bisnis. Semoga terwujud, Aamiin Ya Allah..
5. SAYA AKAN BELAJAR FASHION DESIGN SECARA OTODIDAK UNTUK TERJUN KE DUNIA BISNIS FASHION BERSAMA KELUARGA SAYA.
Nah, ini! Menjadi businesswoman! Suatu negara akan maju jika DUA PERSEN penduduknya berwirausaha. Indonesia? Masih NOL KOMA DELAPAN PERSEN! So, dari pada berkoar-koar menyuruh orang untuk berwirausaha, why dont you try yourself? Yap, mungkin akan sangat berat, apalagi untuk gue dan keluarga gue yang ga pernah berbisnis. Tapi apa salahnya dicoba? Semoga Allah senantiasa mengabulkan, Aamiin Yaa Allah..
========================================================================
Yak, itulah 5 resolusi utama saya. Semoga semuanya setidaknya poin 1-4 terwujud. Aamiin Ya Allah.
These are mine, what are yours? ;-)
Senin, 24 Desember 2012
Pemimpin Itu..
Setiap orang itu membuat blognya sesuai dengan caranya masing-masing, ada yang fashion, travel, culinary, photography, videography, atau bahkan cuma sekedar curhat karena nobody to talk to. Well, sebenernya gue juga bingung apa genre blog ini karena gue menulis apa yang ada di pikiran gue saat itu. Saat ini yang ada di pikiran gue adalah gue butuh temen curhat!
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sebenernya curhat di blog itu menye-menye banget, seakan-akan si blogger gak punya temen. Tapi, kalo buat gue, curhat di blog itu cukup efektif karena:
1. Followers blog gue sedikit jadi kemungkinan orang lain baca blog ini juga sedikit banget;
2. I blog because i dont know with whom i have to share;
3. Terkadang ada kata yang tidak bisa terucap lewat lidah.
Kali ini gue mau cerita tentang kepemimpinan.
Teori tentang kepemimpinan itu ada banyak sekali, mulai dari yang idealis hingga yang santai-is. Setiap gaya kepemimpinan punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing, gue sangat percaya itu. Tapi mana yang paling efektif? Menurut gue, kepemimpinan efektif adalah jika seorang pemimpin bisa membawa suatu organisasi atau komunitas kepada visi dan misi yang telah disepakati bersama, dengan para staf yang dekat, mencintai, menghormati, dan menaati pemimpin tersebut. Apapun gaya yang dianut oleh seorang pemimpin, jika prinsip kepemimpinan efektif tersebut tercapai, dia berhasil menjadi seorang pemimpin.
Gue sendiri gak tau ya, gue ini memakai gaya kepemimpinan seperti apa. Yang jelas gue ini penakut dan gak tegas. Apa karena gue masih belajar ya? Tapi plis banget! Masa gue takut sama beberapa staf gue?! Dan selama gue memimpin di salah satu divisi di organisasi ini, masa iya gue gampang banget disetir dan diubah konsepnya? Menerima masukan orang bukan berarti plin-plan kan? Gue bener-bener harus banyak belajar. Lagipula, gue susah banget ngambil hati dan fokus mereka. Gue ini pemimpin bukan sih? Apa mereka menganggap gue hanya sebagai 'koordinator' divisi? Karena malah ada satu staf gue yang lebih disegani dan ditakuti oleh mereka.
Gue emang baru pertama kali memimpin suatu divisi organisasi dalam jangka waktu yang cukup lama (1 tahun). Biasanya gue memimpin suatu divisi di kepanitiaan yang notabene waktunya sebentar. Jadi ya bisa dibilang ini adalah batu loncatan gue untuk meneguhkan seperti apa karakter gue. Tapi apa butuh waktu selama itu? Gue takut malah jadi kebiasaan. Gak boleh! Perilaku buruk ini sangat gak boleh jadi kebiasaan! Kadang gue berpikir, apa sih pendapat mereka tentang gue? Apa gue cuma sekedar 'tim hore-hore' untuk ngeramein organisasi? Bukan. Gue kepala divisi, bukan tim hore. Apa gue ga disegani sama mereka? Kenapa gue sangat susah mengatur segerombolan anak itu? Beda sekali sama si D yang sekali teriak, semua anak langsung menuruti perkataannya dia. Well, mungkin gue ga sedisiplin dan secerdas si D, atau gue ga sekritis si S, dan gue juga ga punya power sekuat si M. Tapi apa gue harus jadi si Z yang kerjanya hampir mirip EO (Event Organizer)? Apa gue ga perlu disegani? Apa perkataan gue sangat sangat sangat powerless sehingga mereka malas menuruti gue? Bukan, gue bukan orang yang gila hormat. Tapi, apa salah gue minta dihormati?
Si G. Gue bingung banget sama si G. Dia maunya apa? Gue tau banget banget dia itu orangnya keras kepala dan haknya dia di atas hak orang lain. Tapi apa salahnya MENGHORMATI orang lain? Gue bukan menekankan bahwa dia bawahan gue dan gue atasannya dia. Bukan, bukan seperti itu. Tapi apa salahnya dia sedikiiiiiit saja menghargai gue sebagai, kalau bukan sebagai atasan, sebagai orang yang lebih tua dari pada dia. Asal kalian tau ya, jelas kok dia gak suka sama gue. Kenapa ya? Apa mungkin gue 'tidak menguntungkan' buat dia. Apakah si A atau si S lebih 'menguntungkan' buat dia, mungkin, dalam segi job? Oportunis, you can call it maybe. Dia sangat tidak menghargai waktu. Apa buktinya? Apalagi kalau bukan ngaret. Dia selalu ngaret, bahkan ketika dia harus mengumpulkan power point yang akan dia gunakan untuk presentasi calon presiden. Pemimpin seperti apa yang tidak menghargai waktu? Gue sangat tau kalau dia itu orang sibuk walaupun gue sama sekali gak tau kesibukannya dia. Gimana ya, dia gak mau sih menjalin hubungan yang lebih akrab sama gue. Ngapain gue ngedeketin dia kalo dia selalu ngejauhin gue? Ketauan kok kalo dia lebih suka sama anak 09 lain yang lebih memberikan prospek (dibandingkan gue). Insya Allah, gue kelak akan mendapatkan pekerjaan yang sangat layak dan berpendapatan lebih besar dari pada uang kuliah gue. Lagipula, mungkin di pita suaranya ga ada pengayak kata kali ya. Nyablak sekali bahasanya.
Sebenernya mungkin gue bukan tipe pemimpin yang dekat dengan staf sehingga mereka merasa kalau mereka hanyalah pelaksana proyek. Padahal gue sama sekali ga berpikiran seperti itu.. Setiap kali gue SMS mereka untuk menjalin hubungan yang lebih dekat, eh merekanya bales sekenanya. Siapa yang ga males sih diperlakukan seperti itu? Mungkin seharusnya gue gak menyerah ya. Tapi memang gue ga menyerah! Tapi apa gue harus kehilangan harga diri dan terus-terusan SMS mereka dengan tanpa ada satupun balasan dari mereka? Cukup sudah kesabaran saya. Apalagi pas lagi rapat, susah ya membangun suasana. Susah ya membuat mereka untuk 'bersuara'. Susah ya mengajak mereka untuk menyampaikan pendapat. Susah ya Menggagas ide original yang bisa digunakan sebagai pancingan ide-ide selanjutnya. Ini benar-benar pelajaran. Seharusnya sih 1 tahun cukup untuk bangkit dari pembelajaran. Saya sudah cukup belajar. Tahun 2012 itu tahunnya belajar. Tahun 2012 saya memiliki banyak sekali pengalaman, dari yang paling buruk sampai yang paling baik.
Semoga apa yang saya dapatkan di tahun 2012 bisa saya pelajari hikmahnya dan bertindak sesuai dengan evaluasi diri.
Pemimpin itu..harus bisa menciptakan sense of belonging para staf nya.
Pemimpin itu..harus bisa membangun kerja sama anggota timnya.
Pemimpin itu..harus disegani tapi disukai oleh semua stafnya.
Pemimpin itu..harus memiliki ide original, kreatif, dan operationable.
Pemimpin itu..harus bisa mengambil atensi dari para anggota tim.
Pemimpin itu..harus bisa didengar dan mendengar.
Pemimpin itu..harus bergerak bersama seluruh anggota tim.
Pemimpin itu..harus punya kekuatan yang tidak dimiliki oleh para stafnya.
Pemimpin itu..harus tegas, kritis, disiplin, lantang, dan tidak mudah goyah.
Pemimpin itu..harus mengerti kondisi dan latar belakang para anggota tim.
Pemimpin itu..harus tetap bisa mengendalikan kemudi ketika 'arus' sedang deras-derasnya.
Di balik itu semua
Pemimpin itu..kamu!
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sebenernya curhat di blog itu menye-menye banget, seakan-akan si blogger gak punya temen. Tapi, kalo buat gue, curhat di blog itu cukup efektif karena:
1. Followers blog gue sedikit jadi kemungkinan orang lain baca blog ini juga sedikit banget;
2. I blog because i dont know with whom i have to share;
3. Terkadang ada kata yang tidak bisa terucap lewat lidah.
Kali ini gue mau cerita tentang kepemimpinan.
Teori tentang kepemimpinan itu ada banyak sekali, mulai dari yang idealis hingga yang santai-is. Setiap gaya kepemimpinan punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing, gue sangat percaya itu. Tapi mana yang paling efektif? Menurut gue, kepemimpinan efektif adalah jika seorang pemimpin bisa membawa suatu organisasi atau komunitas kepada visi dan misi yang telah disepakati bersama, dengan para staf yang dekat, mencintai, menghormati, dan menaati pemimpin tersebut. Apapun gaya yang dianut oleh seorang pemimpin, jika prinsip kepemimpinan efektif tersebut tercapai, dia berhasil menjadi seorang pemimpin.
Gue sendiri gak tau ya, gue ini memakai gaya kepemimpinan seperti apa. Yang jelas gue ini penakut dan gak tegas. Apa karena gue masih belajar ya? Tapi plis banget! Masa gue takut sama beberapa staf gue?! Dan selama gue memimpin di salah satu divisi di organisasi ini, masa iya gue gampang banget disetir dan diubah konsepnya? Menerima masukan orang bukan berarti plin-plan kan? Gue bener-bener harus banyak belajar. Lagipula, gue susah banget ngambil hati dan fokus mereka. Gue ini pemimpin bukan sih? Apa mereka menganggap gue hanya sebagai 'koordinator' divisi? Karena malah ada satu staf gue yang lebih disegani dan ditakuti oleh mereka.
Gue emang baru pertama kali memimpin suatu divisi organisasi dalam jangka waktu yang cukup lama (1 tahun). Biasanya gue memimpin suatu divisi di kepanitiaan yang notabene waktunya sebentar. Jadi ya bisa dibilang ini adalah batu loncatan gue untuk meneguhkan seperti apa karakter gue. Tapi apa butuh waktu selama itu? Gue takut malah jadi kebiasaan. Gak boleh! Perilaku buruk ini sangat gak boleh jadi kebiasaan! Kadang gue berpikir, apa sih pendapat mereka tentang gue? Apa gue cuma sekedar 'tim hore-hore' untuk ngeramein organisasi? Bukan. Gue kepala divisi, bukan tim hore. Apa gue ga disegani sama mereka? Kenapa gue sangat susah mengatur segerombolan anak itu? Beda sekali sama si D yang sekali teriak, semua anak langsung menuruti perkataannya dia. Well, mungkin gue ga sedisiplin dan secerdas si D, atau gue ga sekritis si S, dan gue juga ga punya power sekuat si M. Tapi apa gue harus jadi si Z yang kerjanya hampir mirip EO (Event Organizer)? Apa gue ga perlu disegani? Apa perkataan gue sangat sangat sangat powerless sehingga mereka malas menuruti gue? Bukan, gue bukan orang yang gila hormat. Tapi, apa salah gue minta dihormati?
Si G. Gue bingung banget sama si G. Dia maunya apa? Gue tau banget banget dia itu orangnya keras kepala dan haknya dia di atas hak orang lain. Tapi apa salahnya MENGHORMATI orang lain? Gue bukan menekankan bahwa dia bawahan gue dan gue atasannya dia. Bukan, bukan seperti itu. Tapi apa salahnya dia sedikiiiiiit saja menghargai gue sebagai, kalau bukan sebagai atasan, sebagai orang yang lebih tua dari pada dia. Asal kalian tau ya, jelas kok dia gak suka sama gue. Kenapa ya? Apa mungkin gue 'tidak menguntungkan' buat dia. Apakah si A atau si S lebih 'menguntungkan' buat dia, mungkin, dalam segi job? Oportunis, you can call it maybe. Dia sangat tidak menghargai waktu. Apa buktinya? Apalagi kalau bukan ngaret. Dia selalu ngaret, bahkan ketika dia harus mengumpulkan power point yang akan dia gunakan untuk presentasi calon presiden. Pemimpin seperti apa yang tidak menghargai waktu? Gue sangat tau kalau dia itu orang sibuk walaupun gue sama sekali gak tau kesibukannya dia. Gimana ya, dia gak mau sih menjalin hubungan yang lebih akrab sama gue. Ngapain gue ngedeketin dia kalo dia selalu ngejauhin gue? Ketauan kok kalo dia lebih suka sama anak 09 lain yang lebih memberikan prospek (dibandingkan gue). Insya Allah, gue kelak akan mendapatkan pekerjaan yang sangat layak dan berpendapatan lebih besar dari pada uang kuliah gue. Lagipula, mungkin di pita suaranya ga ada pengayak kata kali ya. Nyablak sekali bahasanya.
Sebenernya mungkin gue bukan tipe pemimpin yang dekat dengan staf sehingga mereka merasa kalau mereka hanyalah pelaksana proyek. Padahal gue sama sekali ga berpikiran seperti itu.. Setiap kali gue SMS mereka untuk menjalin hubungan yang lebih dekat, eh merekanya bales sekenanya. Siapa yang ga males sih diperlakukan seperti itu? Mungkin seharusnya gue gak menyerah ya. Tapi memang gue ga menyerah! Tapi apa gue harus kehilangan harga diri dan terus-terusan SMS mereka dengan tanpa ada satupun balasan dari mereka? Cukup sudah kesabaran saya. Apalagi pas lagi rapat, susah ya membangun suasana. Susah ya membuat mereka untuk 'bersuara'. Susah ya mengajak mereka untuk menyampaikan pendapat. Susah ya Menggagas ide original yang bisa digunakan sebagai pancingan ide-ide selanjutnya. Ini benar-benar pelajaran. Seharusnya sih 1 tahun cukup untuk bangkit dari pembelajaran. Saya sudah cukup belajar. Tahun 2012 itu tahunnya belajar. Tahun 2012 saya memiliki banyak sekali pengalaman, dari yang paling buruk sampai yang paling baik.
Semoga apa yang saya dapatkan di tahun 2012 bisa saya pelajari hikmahnya dan bertindak sesuai dengan evaluasi diri.
Pemimpin itu..harus bisa menciptakan sense of belonging para staf nya.
Pemimpin itu..harus bisa membangun kerja sama anggota timnya.
Pemimpin itu..harus disegani tapi disukai oleh semua stafnya.
Pemimpin itu..harus memiliki ide original, kreatif, dan operationable.
Pemimpin itu..harus bisa mengambil atensi dari para anggota tim.
Pemimpin itu..harus bisa didengar dan mendengar.
Pemimpin itu..harus bergerak bersama seluruh anggota tim.
Pemimpin itu..harus punya kekuatan yang tidak dimiliki oleh para stafnya.
Pemimpin itu..harus tegas, kritis, disiplin, lantang, dan tidak mudah goyah.
Pemimpin itu..harus mengerti kondisi dan latar belakang para anggota tim.
Pemimpin itu..harus tetap bisa mengendalikan kemudi ketika 'arus' sedang deras-derasnya.
Di balik itu semua
Pemimpin itu..kamu!
Langganan:
Postingan (Atom)














