Kamis, 23 Juli 2015

Choosing Vendor: Decoration

Walaupun sebenernya kita udah fix pakai Sasana Kriya, tapi kita belom DP looh haha. Setelah photo&videography, selanjutnya kita malah DP-in vendor dekorasi.. Capeng aneh (-_-")

Oke, selanjutnya aku mau bahas tentang dekorasi. Sama seperti pemilihan vendor foto, kita menganggap bahwa ortu ga usah dilibatkan dalam pemilihan vendor dekor. Mereka PASTI akan dilibatkan dalam pemilihan tema dekor, tapi kalau untuk vendornya, kita merasa bahwa penilaian kita berdua saja cukup.

Sebelumnya aku pengen jelasin dulu tentang "dekorasi standar" ya karena konsepnya sih sama di semua vendor. Dekorasi standar biasanya mencakup:
1. Dekorasi Pelaminan
(backdrop, taman depan pelaminan, bangku2, bunga2, kain2)
2. Dekorasi Jalur Red Carpet
(Pergola, standing flower biasanya 6 pcs, dan standing2 lainnya)
3. Dekorasi Musik
4. Dekorasi VIP
5. Dekorasi penerima Tamu

Aku udah nanya ke beberapa vendor dekor yang menjadi rekanan Sasana Kriya, baik secara langsung saat ada wedding expo maupun nanya2 via Whatsapp. Akhirnya, entah kenapa terpilihlah 3 vendor utama yang kita tinjau langsung hasil karyanya. yaitu:

1. SULTHAN DEKORASI
Sebelumnya aku udah Watsappan sama salah satu marketingnya yang namanya Andri. Sebenernya responsnya agak lama sih, tapi cukup kooperatif saat diajak ngobrol2 dan saat aku mengajukan pertanyaan (yang pasti menurut dia itu lagi2). Karena vendor sebelah yang lagi naik daun karena dekor Jawanya yang sensasional dan dipake di salah satu acara sinden di Tr*ns TV, balesnya bener2 lamaaaa banget. Dan ga kooperatif banget huhu. Ya memang sih aku belom tentu pake dia, tapi kan ga boleh dipandang sebelah mata juga... Walaupun ga bisa dipungkiri bahwa hasil karyanya ranca bana alibabaaaaa. Oke kembali lagi ke Sulthan.

Dia ngasih starts from yang "cukup" untuk dekorasi Mandira, yaitu dekorasi standar berharga sekitar 58juta. Sepertinya itu sudah mencakup stage untuk pelaminan dan stage musik deh (seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa Sasana Kriya sama sekali tidak menyediakan stage). Kalo mau nambah pohon, nambah 5juta. Kalo mau ada dekor photobooth, ada tambahan juga. Yang serunya lagi, untuk mempertahankan kualitas, Sulthan hanya menerima 2 resepsi dalam 1 hari! Tapi sayangnya dia ga bisa akad di depan pelaminan kalau acara kita malem... Tapi gapapa sih, aku kan mau siang hehe.

Waktu aku meninjau, passs banget acaranya lagi di Mandira dengan adat Jawa. Wah subhanallah cuatiiiiiikkkkk banget dekornya! Dipadukan dengan dekor super cantiknya Sonokembang (nanti akan dijelaskan di choosing catering vendor), wah kolaborasi yang sangat menawan! Psssst, si nganten juga diriasnya pake Sanggar Liza (nanti akan dijelaskan di choosing makeup vendor) loh! Ruarrr biaza iri hahahaahha. Pokoknya recommended seller banget nih Sulthan! Top list priority! :)

CP: Andri Sulthan Dekorasi: 082114510820
IG: sulthandecor

2. PESONA ALAMANDA 
Vendor dekor selanjutnya adalah Pesona Alamanda! Pokoknya 3 vendor ini kita jelajahi dalam kurun waktu 1 hari loh! Demi perasaan plong sedikit-demi-sedikit hehe.

Sebenernya vendor ini gak punya banyak review ya kalo di Google. Tapi aku mah gitu orangnya, selalu memegang prinsip bahwa seorang Profesor sekalipun awalnya hanya seorang mahasiswa biasa. Kalo kita udah underestimate sama vendor2 "underdog", mana kita tau kemampuan dia sebenernya? Lagipula, Mbak Ella (ownernya) super baiiiiik dan miripppp banget sama mamahku yang udah meninggal.. Jadi makin simpatik deh hehe.

Waktu itu kita meninjau hasil karyanya di Gedung Pewayangan. Saat itu adatnya adalah adat Jawa dengan nuansa mayoritas Pink. Pesona berkolaborasi dengan Sawargi Catering saat itu, dan ternyata dekor saat itu adalah paketan dari Sawargi. Starts from yang ditawarkan adalah 50juta. Hm, not bad lah. Cheaper than Sulthan. Hehehe. Tapi aku agak worry dengan backdrop nya yang biasa banget. Aku tuh ga suka banget gebyok warna putih karena kesannya kayak pake styrofoam! Makanya nanti aku sebisa mungkin ga pake backdrop warna putih. Selain itu, mungkin lokasi mempengaruhi juga ya. Mungkin karena dekornya di Pewayangan, kesan mewahnya jadi kurang dapet huhu. Jadi aku say goodbye deh sama Mbak Ella! :"(

CP: Ella Pesona Alamanda (083872743782)
IG: pesonaalamanda.decor

3. MITRA SEKAR UTAMA
NAH INI DIA YANG DITUNGGU-TUNGGU!! (Udah ketauan kan DP vendor yang mana hahahaha)

Kasusnya sama seperti Pesona Alamanda, Mitra Sekar Utama ini juga ga diagung-agungkan layaknya vendor high class. But, why not trying? :)

Mbak Anti, owner yang waktu itu nangain aku, orangnya baiiik banget. Super cepat juga bales Whatsappnya haha. Sebenernya usaha dekor ini dulu milik bapaknya, tapi setelah bapaknya pensiun, usaha ini dipegang oleh Mbak Anti selaku anaknya. Sebenernya aku ga secara langsung lihat hasil karyanya MSU sih. Kita cuma ketemuan aja di salah satu cafe di Tebet Green dan saat itu dia datang bersama suaminya. Usaha berdua gitu maskudnya. So sweet anyet :3

Kita (aku dan cami) cuma ditunjukin portofolio mereka dari laptop aja. Sebenernya agak worry juga karena belum tentu itu hasil karya mereka kan? Tapi berbekal husnudzon kepada Allah SWT, akhirnya kita bismillah untuk lanjut2 ngobrol lagi. Sama seperti Pesona Alamanda, MSU juga kasih starts from yang sama (50juta) untuk dekorasi standar yang sudah termasuk stage pelaminan dan stage musik. Tapiiiiii, karena aku bujuk sana-sini (karena ternyata MSU akan memulai bisnis wedding service, including catering, dokumentasi, wedding cake, dan WO), akhirnya aku dapet paket dekorasi standar PLUS photobooth beserta kameramen dan cetak foto di photobooth! The best deal ever haha. Kita tinggal nambahin pohon (5juta/pohon) karena cami kekeuh mau pake pohon. Yailah.... (-_-")

Sebenernya aku rada deg2an juga sih, karena kita udah DP 30% (untuk ngikat bonus dan supaya tahun depan ga ikut kenaikan harga), tapi kok kita belum dikasih kuitansi untuk pelunasan DP ya.. Terus kita juga ga diinfoin gitu setiap kali MSU lagi perform.. Huhu sedih ga sih? Padahal kan pengen ninjau juga! Seolah2 Mbak Antinya jadi apatis gitu setelah kita DP. Tapi Bismillahirrahmanirrahim aja deh. Husnudzon aja ke Allah SWT. Kalau memang MSU adalah rezeki kita, pasti MSU akan perform dengan sangat baik. Iya kan, Mbak Anti? :---)

CP: Anti Mitra Sekar Utama (083897775123)
IG: MSU_wedding

Good Luck, us! :--)

Sabtu, 30 Mei 2015

Choosing Vendor: Photography and Videography

Setelah menentukan mau pakai venue apa, kita mulai percaya diri datang ke wedding expo gitu. Sebelum putus venue sebenarnya kita juga sudah mulai datang ke wedding expo, aku inget banget expo yang pertama kali kita datengin adalah Gebyar Pernikahan Nasional yang diadakan bulan Februari lalu di Balai Kartini. Tapi, jadinya kita cuma jalan2 aja muter2in stand hahahaha abisan piye lah wong venue aja belom dapet. Padahal setiap kali ngedatengin vendor, pasti yang ditanya adalah, "venue-nya di mana mbak?".

Aku bakal nyeritain proses terpilihnya vendor-vendor pernikahan berdasarkan urutan pen-DP-an. Seperti tertera di judul, vendor yang pertama kali aku DP adalah photography dan videography, bukan venue! Hahahahaha. Awalnya sama sekali gak kepikiran kalo kita bakal DP vendor ini duluan, tapi karena vendor photo&video (menurut kami) tidak perlu didiskusikan dengan ortu, akhirnya kami langsung DP deh setelah nemu vendor yang cocok (harganya). Hehehe.

Menurut kami, photo&video selama pernikahan adalah salah satu hal yang crucial karena akan dikenang seumur hidup, namun tidak sepenting itu sampai harus didiskusikan dengan orang tua atau memilih vendor dengan harga selangit! Oleh sebab itu, kita cuma mendatangi 2 vendor dan kita langsung DP di vendor kedua! Hehehe. Vendor photo&video ini kita dapatkan ketika kita datang ke Green Wedding Expo di Balai Sudirman bulan April lalu.

(1) Batavia Photography
Sebenernya kita ga sengaja nih dateng ke stand vendor ini..... Waktu itu kita lagi ngobrol2 dengan salah satu vendor dekorasi, lalu setelah selesai diskusi kita "digiring" untuk datang ke Batavia Photography ini. Yaaa, nothing to lose juga sih karena kita juga belum kepikiran mau pakai apa untuk vendor photo&video. Overall, hasil foto-fotonya sangat bagus dan sangat jernih. Videonya juga ga norak gitu. Pernah ga sih kamu ngeliat hasil foto/video yang norak? Harganya juga bersaing, ga terlalu murah tapi juga ga terlalu mahal. Kalo kita deal di pameran, kita bisa dapet bonus screen (karena di Sasana Kriya ada space untuk naro screen 3x4 m). Tapi ya kita perlu muter2 dulu lah ya, siapa tau dapet yang lebih "bersaing" lagi harganya :p

(2) Tito Photography
Tepat setelah ke stand Batavia Photography, kita nemu stand unik yang namanya mirip si cami: Tito Photography. Hihihihi. Awalnya aku tergiur dengan underwater prewedding shoot dari Tito ini. Unique aja gitu, berasa America's Next Top Model banget foto di bawah air kan? Ya udah deh kita tanya-tanya sekaligus liat portofolio foto&videografinya. Dan Mbak Mega, marketingnya bilang kalo kita deal di situ, kita akan dapat potongan harga sebesar 50%. Artinya, dengan Rp14juta kita udah dapet paket prewedding dan wedding photography&videography!!! Woooooot! That's what I said about "competitive"!! Hahaha emang dasar capeng ngirit, ngeliat diskon langsung melek dah matanya.

Rincian paket yang kita dapatkan adalah sebagai berikut:
Prewedding (outdoor)
- Makeup, hairdo, aksesoris
- Kostum 3 macem 
- 25 foto pilihan + edited
- 1 album 6R (10 halaman)
- Save CD pilihan
- 1 Kanvas 40x60 cm + frame minimalis

Wedding day
- 2 album wedding book 20x30 cm (20 halaman)
- 2 photgrapher + 1 asisten
- 1 videographer + 1 asisten
- Save DVD all files photo
- 1 DVD video
- 8 jam kerja

Well, sebenarnya Tito Photography ini jarang banget direview sama orang jadi aku hampir ga nemu blog orang yang review vendor ini. Tapi mana ada sih profesor yang langsung jadi profesor tanpa mengalami fase mahasiswa? Dengan berbekal keyakinan itulah, semoga vendor ini tidak mengecewakan karena banyak juga yang para bridezilla yang merasa ditipu oleh vendor fotografinya. Mulai dari hasil foto prewed ga ada yang bagus lah, CD dikasihnya ngaret lah, videonya alay lah, videografer ga ngikutin kemauan klien lah, bahkan sampe ada orang yang berbulan-bulan setelah acara belum juga dikasih lihat hasil fotonya! Please banget ya Tito, jangan kayak gitu.................

Kelemahan lainnya Tito Photography ini tidak rekanan dengan Sasana Kriya! Well, sebenernya belum tentu juga sih aku pake Sasana karena aku sejujurnya belom DP hehehehe. Tapi Mba Mega bilang ini mereka tahun ini akan mengajukan diri untuk jadi rekanan! Kita lihat saja yaa berhasil atau tidaknya..

Lalu, dengan harga segitu belum sama screen! Huhuhuhuhuhuhuhu. Wajar sih, harga segitu aja udah murah bingit. Kalo ga salah, nambah screen kena biaya Rp2.5juta. Tau kamera robot yang biasanya berdiri di depan pelaminan ga? Nah itu namanya Jimmy Jib. Kena biaya lagi tuh kalo mau pake Jimmy Jib. Tapi karena aku orangnya humble, aku ga mau ah pake Jimmy Jib (padahal sih karena ga mau ngeluarin uang lagi). Terus harus pake laptop sendiri juga kalo mau ada "sesuatu" yang ditampilin di screen tersebut. Yah, agak PR sih, tapi gapapa deh ketimbang nyedian laptop doangan mah. Masalahnya adalah, kita ga bisa nampilin video akad karena kata mereka waktunya ga sempet kalo harus edit same-day. Sebenernya sih bisa, tapi kena biaya lagi. Terus kalo mau ada slide show/klip foto yang ditampilin di screen juga ada biaya lagi! Loh kok jadi biaya tambahan terus sih???? *baru nyadar sekarang*

Setelah aku menyadari ternyata banyak banget biaya tambahan, jadi agak sedikit takut.... Mana udah bayar 50% lagi! Jangan2 nanti setelah nambah ini-itu, biayanya sama kayak vendor lainnya?!?!? Tapi Bismillahirrahmanirrahim deh. Semoga itu cuma perasaan aku doang. Kalo vendor lainnya kan starts from nya aja udah gede banget. Kalo ditambah ini-itu jatohnya pasti lebih gede lagi ((berusaha menenangkan diri sendiri)).

Oke deh, Bismillah. Insya Allah Tito memang jodoh gue! ((rada ambigu))

Oh ya, ada rekomendasi prewedding unik buat aku ga? :--)))

Tito Photography
Jalan Tebet Barat Dalam Raya No. 118 B, Jaksel
Ph 021-8310838/021-83796295
Email: photography_tito@yahoo.co.id
FB: TitoPhotography

Minggu, 24 Mei 2015

Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah

Gedung itu adalah................................. SASANA KRIYA!!!!!

----------------------

Sasana Kriya adalah gedung yang baru saja selesai direnovasi pada tahun 2013 lalu menjadi lebih modern dan terlihat sangat berkelas. Sungguh sangat berbeda jika dibandingkan "kakak-kakaknya" yang sangat Njawani, seperti Sasono Utomo dan Sasono Adiguna. Mungkin karena alasan itulah, gedung ini dinamai "Sasana" Kriya bukan "Sasono Kriyo".

Gedung ini masih terlihat sangat baru, loh! Bernuansa krem dan coklat, Sasana Kriya semakin terlihat upper class dengan Ballroom super luas yang dilapisi karpet nan indah berwarna cokelat dan bermotif spiral. Prefunction hall juga terlihat sangat mewah dengan sentuhan lantai marmer berwarna krem dan ada pembatas antara Prefunction hall dengan Ballroom yang juga terbuat dari marmer (berwarna cokelat) yang semakin menambah kesan luxurious.

Memang, tidak ada crystal chandelier yang menggantung indah di dalam Ballroom. However, penerangan di Sasana Kriya ini disupport dengan lampu yang sangat unik dan indah bernuansa kuning. Siapapun yang foto di sini kayaknya bakal jadi cantique deh! Hihi. Parkiran di area Sasana Kriya ini sebenarnya juga tidak terlalu luas, ya. Tapiiii, ini kan komplek TMII yang luasnya berhektar-hektar. Jadi sebenarnya kamu tidak usah khawatir tamu ga dapet parkir ya! 

Sasana Kriya ini terdiri dari 2 Ballroom, Mandira Ballroom dan Carani Ballroom. Mandira Ballroom punya ukuran yang lebih luas sehingga mampu menampung 1000-1500 orang, sedangkan Carani hanya 800-1000 orang. Jadi, pastikan baik-baik berapa undanganmu sebelum menentukan memakai Mandira atau Carani ya! Saya pernah datang ke pernikahan yang diadakan di Carani. Karena sepertinya tamunya sangat banyak, ruangan jadi sangat penuh sesak! Untuk menembus kerumunan manusia juga sudah susah payah loh. 

"Loh, paling banyak cuma 1500 orang? Kalo aku tamuku 2000 orang ga bisa pakai Sasana Kriya dong?"
Tidak usah khawatir, girls! Karena sebenarnya ada pembatas antara Mandira dan Carani yang bisa dibuka jika tamu kamu lebih dari 1500 orang! Jadi ibaratnya kamu langsung menyewa Mandira dan Carani sekaligus. Cool, right?

Aku lupa ukuran tepatnya Sasana Kriya berapa, padahal waktu itu udah sempet dijelasin (bahkan digambarin) sama marketingnya. Tapi nuhun, abdi lupa hehehehehe. Simpelnya begini, Mandira punya 4 kotak lampu di atas, sedangkan Carani hanya punya 2 kotak lampu. Jadi, ukuran Mandira hampir 2x lebih besar dibandingkan Carani. Jika acara pagi, pelaminan akan maju sebanyak 3 m dari tengah (pembatas antara Carani dan Mandira). Kenapa? Karena ternyata di balik pelaminan untuk acara pagi, sudah (atau sedang) disiapkan pelaminan untuk acara malam loh! Jadi kamu tetap bisa akad nikah di depan pelaminan jika acaramu malam hari. Ini penting loh, karena banyak gedung yang tidak bisa akad nikah di depan pelaminan jika acaramu malam hari.

Oh ya, Sasana Kriya ini tidak memiliki stage apapun di dalam Ballroom. Jadi kamu harus menyewa stage pelaminan kepada vendor dekorasi kamu. Memang agak PR sih, karena biasanya charge untuk stage itu lumayan juga. Sasana Kriya ini juga tidak memiliki soundsystem sehingga kamu harus menambahkan soundsystem ke dalam anggaran belanja untuk Entertainment. Lumayan nambah budget lagi deh. Huft.

Berikut ini adalah harga sewa Sasana Kriya untuk tahun 2015. Jangan lupa tahun 2016 naik ya! Jadi tambahkan 10% saat kamu menyusun budgeting biaya pernikahan kamu ya!

BALLROOM CARANI
Min. pemesanan 800 pax.
Harga sewa gedung - Rp19,000,000/4 jam (belum termasuk pajak).

BALLROOM MANDIRA
Min. pemesanan 1000 pax.
Harga sewa - Rp24,000,000/4 jam (belum termasuk paak)

GRAND BALLROOM (CARANI&MANDIRA)
Min, pemesanan 2000 pax.
Harga sewa - Rp43,000,000/4 jam (belum termasuk pajak).

Harga Prasmanan - Rp90,000 (Paket I), Rp95,000 (Paket II), dan Rp100,000 (Paket III)
Fasilitas:
1. Ruangan Ballroom dengan AC sentral
2. Red carpet
3. Pilihan menu prasmanan
4. Air mineral & aneka soft drink
5. Bunga untuk dekorasi buffet
6. Kapasitas listrik 5,000 watt untuk Ballroom dan 10,000 watt untuk Grand Ballroom
7. 4 set meja resepsi
8. 8 buah buku tamu
9. 8 buah kotak angpao
10. Kursi Futura 200 buah untuk Ballroom & 400 buah untuk Grand Ballroom
11. 4 ruang rias untuk persiapan panitia
12. 1 ruang tunggu pengantin lengkap dengan set-up coffe break untuk keluarga inti.

For additional information, dekorasi di Sasana Kriya WAJIB menggunakan bunga aseli! Jadi jangan heran jika vendor dekorasi memiliki "starts from" yang cukup tinggi di Sasana Kriya. Setelah tanya sana-sini ke vendor dekorasi kelas menengah ke bawah (vendor mahal ga sanggup hikkksss), rata-rata Ballroom Carani starts from 40jeti untuk dekor standar, sedangkan Ballroom Mandira starts from 50juta. Ingat ya, dekorasi standar, The merrier you want, the more expensive you'll get. It's all about your concept and preference. However, the Ballroom(s) itself has already been beautiful even without any decoration, loh! So, less is more.

Aku sengaja ga attach foto apapun di sini karena aku terlalu terpana untuk berfoto-foto hihihihihi. Kamu harus datang sendiri ke sana dan merasakan sensasinya ya! Kamu pasti juga akan jatuh cinta pada pandangan pertama :)

See you on my next post, brides-to-be! 

Minggu, 17 Mei 2015

Venue Jumper Pt.3: East Jakarta

Wherever you are heading to, you'll always find a way back home #hazek

======================================================================

Setelah berputar-putar mengelilingi Kota Jakarta, akhirnya kita kembali ke daerah Jakarta Timur tercinta. Kota administratif yang sudah saya tempati sejak tahun 1997. Di sinilah saya merasakan cinta pada pandangan pertama ketika saya masih SD terhadap "gedung ini".

Awalnya aku mengetahui "gedung ini" dari senior aku di tempat kerja yang baru saja melangsungkan pernikahan di "gedung ini". Sama seperti saya, dia pun langsung jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap gedung yang baru selesai dibangun pada Tahun 2013. Sayangnya sekarang "gedung ini" sudah semakin mahal huhu. Mungkin karena "gedung ini" sangat sangat laku. Cobalah Anda main ke gedung ini pada hari Sabtu/Minggu. Pasti aja ada yang lagi nikahan.

Sebenarnya "gedung ini" adalah gedung yang pertama kali aku kunjungi di daerah Jakarta Timur. Tapi untuk meningkatkan rasa penasaran kamu-kamu para capeng yang stres mikirin venue, saya akan menceritakan "gedung ini" di akhir cerita. (^,^)v

(1) Puri Ardhya Garini
Ini adalah gedung kesukaan Ibunda saya sedari dulu. Wajar sih, karena dilihat dari luar pun gedung ini terlihat amat sangat megah. Mampu menampung hampir 2000 tamu, kami ga perlu khawatir tamu akan berdesak-desakan. Parkiran? Wah ga usah ditanyaa!! Luas bangeeeeeet. Puri juga punya lobi yang luar biasa megah dengan aksen tradisional Jawa. Berasa Putri Keraton banget.

Puri Ardhya Garini ini letaknya di akses utama Halim Perdana Kusuma, Ga jauh dari Gedung BKKBN. Kamu gak akan nyasar kok kalo nyari gedung ini, karena gedungnya benar-benar di pinggir jalan. Marketingnya juga ada kok hari Sabtu/Minggu, jadi enak deh kalo mau nanya-nanya. 

Sayangnya, Puri Ardhya Garini tidak berkarpet. Akan sangat menambah poin plus buat Puri Ardhya Garini yang memang penampilannya sudah mewah. Dengan rate yang cukup mahal (30juta acara malam dan 27juta acara siang -rate tahun 2015), aku rasa seharusnya harga tersebut di atas beberapa gedung berkarpet di Jakarta. PAX untuk catering juga cukup mahal buatku, 87500 per-PAX. Dekorasi juga pasti butuh dana setidaknya 50juta untuk ngedekor gedung seluas dan setinggi (ceiling nya) ini.

Overall, Puri Ardhya Garini ini cukup worthy sih buat para capeng ber-budget besar. Buat aku? Cari-cari dulu yang lain deh soalnya gak berkarpet (alasan...........................). Silakan lihat di Google ya untuk image nyaaa, banyak kok 😊

(2) Graha Dirgantara
Tidak jauh dari Puri, ada gedung perkantoran baru bernama Graha Dirgantara. Dari luar nampak seperti kantor biasa, tapi ternyata dia punya ballroom yang berbentuk persegi panjang dengan kapasitas 1000 orang. Ceiling nya tinggi sih dan overall detailnya mewah bahkan lantai dan dindingnya masih mengkilat karena masih baru. 

However, menurutku gedung ini terkesan sedikit suram... Mungkin karena letaknua di basement. Pintu masuk menuju ballroom nya juga ga bagus dan tamu harus masuk dari sebelah loading dock catering. Bisa bayangin dong gimana ga enaknya kalo tamu harus ngeliat piring2 kotor beserta sampah makanan berserakan ketika mau masuk? Selain itu, akad tidak bisa di depan pelaminan! Ada ruang khusus gitu yang di lantai 2..

(3) Klub Eksekutif Persada Golf
Looking for semi-outdoor party? This might be the right place for you because there is swimming pool outside. Tapi kena charge dekor sih kalo kita mau bagian kolam renangnya dihias juga..... Tapi sungguh deh, pasti itu cantique bangeeet! Harga sewa gedung juga tergolong murah. Ruang untuk tamu VIP juga terpisah dan ukurannya besar banget. Jadi nanti kita akadnya di situ juga.

Untuk parkiran, sebenernya terlihat besar, tapi ternyata kecil (nah loh bingung). Waktu itu pernah kita jadi wedding crasher ke sana, susah juga loh nyari parkirnya. Udah gitu riweuh banget dalemnya. Mungkin penataan gubugnya ga bener kali ya jadi antrian tamu nubruk sana-sini. Masa, antrian gubug nutupin jalan masuk tamu yang baru dateng....... (=_=)

Udah gitu mungkin karena vendor cateringnya ga apique kali ya, jadi berantakaaaaaaaan banget! Udah gitu panasssss karena ga ada AC dan standing AC cuma ada 4! Ampon dijeeeeee coret dari list!

(4) Gedung Mahkamah Konstitusi
Okay, sebenernya gedung ini terletak di Bekasi. Jadi keluar Tol Bekasi Barat masih belok kanan, lalu luruuuus terus naik flyover baru deh belok kiri di perempatan. Dari situ masih harus lurusss lagi haha jauh dah pokoknya.

Sebenernya ini emak sih yang penasaran sama gedung ini, soalnya bagaimanapun juga dulu papaku pernah kerja di Mahkamah Konstitusi. Tapi begitu ke sana, kita tiba2 sama sekali ga tertarik.... Selain karena lokasinya nun jauh di Bekasi, tempatnya juga ga sebagus yang dibayangkan. Sebenernya sih tempatnya besar dan bisa menampung hingga 1200 orang, harganya juga ga terlalu mahal, panggungnya tinggi, ceiling tinggi banget, ada lambang Garuda dan foto Pak Jokowi dan wakilnya juga loh! Hahahaha.

Tapi tetep aja ga sreg karena WC nya jorok, ruang makeupnya juga ga terlalu besar dan letaknya pas di depan pintu masuk! Ini full opini pribadi loh. Pokoknya kalian harus tetap mengunjungi venue2 sebelum benar2 memutuskan. Jangan percaya sepenuhnya sama opini blogger ya, bridezilla! 😊😊

(5) "Gedung Itu" 
Akhirnya berakhirlah kita di "gedung itu". Ternyata bukan cuma aku yang jatuh cinta pada pandangan pertama pada "gedung itu" loh! Bunda, dia, camer ibu dan bapak jugak! Hahahahaha. Pertama kali bundaku dateng ke "gedung itu" pas lagi ada acara Culinary Wedding Festival 2015. Tanpa pikir panjang setelah icip sana-sini, kita langsung ke marketing office buat booking tanggal! Hahahahaha. Khusus untuk "gedung itu", aku akan posting di thread khusus ya!




Keep following my blog, dear beautiful bridezilla! 😇


Minggu, 26 April 2015

Venue Jumper Pt.2: South Jakarta

Jakarta Selatan adalah kotamadya selanjutnya yang kita singgahi. Sengaja kita tidak mencari di Jakarta Barat maupun Jakarta Utara karena 2 daerah tersebut sangat jauh dari rumah kita: aku di Duren Sawit (Jakarta Timur), sementara dia di Bintara (Bekasi). 

========================================================

Terima kasih kepada para pemilik blog yang bikin review gedung karena itu sangat amat membantu! Hahahaha. Kita jadi tau mana tempat yang worthy untuk dikunjungi dan mana yang tidak perlu dikunjungi. Hotel contohnya. Kenapa kita ga main2 ke hotel? Karena harganya itu loh booooooooooooooook! Ga cucok deh buat kita yang cuma anak PNS dan pegawai kantoran biasa. 

(1) Gedung Wanita Patra (Simprug)
Sebenarnya gedung ini bisa dibilang jauh dari rumah kita berdua dan susah juga aksesnya. Tapi aku penasaran buanget sama gedung ini karena konon katanya ada eskalator indah menuju ballroom-nya jadi kelihatan megah, apalagi kalo acaranya diadakan malam hari. Jadilah kita bersusah payah ke sana walaupun ternyata marketingnya ga pernah standby kalo hari libur. Huh. Pas sampai sana, tadaaaaa!

*Taken from Google. Please be informed that I dont own the image.

Indah banget kaaan? Memang sih dalamnya ga terlalu besar dan tidak berkarpet, tapi sesuai dengan harga sewanya yang juga tidak terlalu mahal dan harga per-PAX catering juga tidak terlalu besar. Sayangnya aku ga tau pasti karena kita marketingnya ga ada. Huhu.

*Taken from Google. Please be informed that I dont own the image.

(2) Smesco (Gatot Subroto)
Smesco itu sebenarnya adalah gedung pameran milik Kementerian UKM. Di lantai 4 gedung tersebut, ada sebuah ballroom berkapasitas 800-1200 orang yang dikelola oleh sebuah EO bernama BRP Wedding Hall and Organizer. Tidak hanya Smesco, BRP juga mengelola Ballroom di Sucofindo Plaza dan Sovereign Plaza. Karena bersifat EO, mereka ini sudah menyediakan paket (internasional dan tradisional) yang sudah sangat terperinci beserta daftar vendornya jugak: catering, dekorasi, entertainment, photography, sanggar rias+busana, invitation card, sampe mobil pengantin dan bonus bulan madu! Wow, right? Jadi ibaratnya dirimua tinggal mikirin foto prewedding (itu juga kalo mau pake prewed dan suvenir). Paket itu pun sudah termasuk jasa WO yang standby 6 orang pada hari H! Kurang kece apalagi????

Dari segi penampilan Ballroom, Smesco ini sangat bersaing loh. Luas dengan kapasitas 800-1200 orang, berkarpet (poin super penting buat akuh), high ceiling, chandelier, dan ada lorong di luar ballroom yang bisa dipakai jika undangan sangat banyak tapi tetap mau pakai Smesco. Poin plus buatku adalah adanya pameran produk Indonesia di lantai dasar. Well, sebenernyaitu tergantung preferensi masing2 sih karena ada juga yang ngerasa mau kondangan kok kayak mau masuk mall. Tapi buat aku yang kerja di perusahaan multinasional namun sangat mencintai Indonesia, pameran produk UKM ini sangat menarik!

Meskipun diriku ini sudah jatuh cinta pada Smesco, tetap ada kelemahannya juga sih.....
- Letak ballroom di lantai 4 sementara lift cuma ada 4.
- Karena KUKM punya 2 gedung pertemuan, bakalan penuh banget deh kalo ada 2 acara bersamaan di 2 gedung pertemuan itu.
- Parkiran kecil, sering macet Gatot Soebroto karena tamu pada parkir di luar.
- WC tamu kecil banget. Kan kasihan para sesepuh :'(



*Taken from Google. Please be informed that I dont own the images.


(3) Palma One Ballroom (Rasuna Said)
Nah, ini adalah salah satu ballroom yang letaknya super strategis dan aksesnya pun sangat mudah. Sama seperti Smesco, pengelola Palma One Ballroom sudah membuatkan wedding package dengan harga yang cukup bersaing meskipun tidak selengkap Smesco. Penampilan ballroom secara keseluruhan juga lumayan OK. Full carpet, muat hingga 1200 orang (tapi please jangan lebih dari 1200 karena bisa super sesak), ada chandelier unik berbentuk lingkaran besaaaarrr.

Namun karena ini adalah gedung kantor, otomatis kita harus melewati lift dan kantor2 beberapa perusahaan untuk bisa sampai ke ballroomnya yang ada di lantai 6. Lorongnya juga sempit benerrrr. Ga ngerti deh gimana caranya vendor catering dan dekorasi bisa bawa peralatannya sampai ke dalam. Nuansanya juga terlalu kuning jadi agak susah ya kalo mau pake nuansa dekor yang cerah ceria..

*Taken from Google. Please be informed that I dont own the images


(4) Granadi (Rasuna Said)
Karena hanya berjarak beberapa gedung dari Palma One, kita coba mampir lah tuh ke Gedung Granadi. Begitu masuk ke dalam, kita disambut oleh kemegahan lobi Gedung Granadi. Ballroom ada di lantai 2 sehingga tamu harus naik beberapa anak tangga which is fine buat anak2 muda yang masih bertenaga. Lah kalo buat para orang tua piye??

Gedung ini bagus sih, berkarpet dan luas yang cukup untuk menampung hingga lebih dari 1000 orang. Di sayap kanan dan sayap kiri juga ada area terbuka yang bisa digunakan para tamu untuk merokok sembari menikmati santapan. Tapi entahlah, saya pribadi tidak terlalu suka dengan gedung ini meskipun dari segi harga cukup bersaing.



*Taken from Google. Please be informed that I dont own the images

(5) Patrajasa (Gatot Soebroto)

Kecintaan saya pada Gedung Patrajasa ketika saya sedang mencari gedung untuk wisuda SMA dulu. Dulu begitu masuk Ballroom Yudhistira, woooow! Luassss banget, super high ceiling, berkarpet, gordennya elegan, ada chandelier, pokoknya dream venue banget deh! Bahkan dulu gue langsung berdoa dalam hati kalo gue akan menikah di gedung ini. Namun apa daya, takdir berkata lain. Hahahaha.

Setelah gede kok ternyata ballroomnya gak gede-gede banget ya? Udah gitu bukan full carpet, mungkin 7/8 bagian ketutup karpet. Harga sewanya pun terhitung muahal, begitupun harga per-PAX cateringnya. Patrajasa pun terkenal dengan susahnya cari parkirrrrr. Jadi ya, selamat tinggal wedding dream venue~~

Tapi itu hanya opini pribadi aku yaaa! Patrajasa bagus kok untuk dijadikan wedding venue. Buktinya hampir setiap Sabtu/Minggu pasti adaaaa aja yang menikah di sini. Karena lokasinya yang sangat strategis dan penampilannya juga cantik. Oh ya, si cantique ini juga mampu menampung hingga 1200 orang looh.



*Taken from Google. Please be informed that I dont own the images


(6) ANTAM (TB Simatupang)
Venue terakhir dari Jakarta Selatan adalah.................ANTAM!
Siapa sih yang ga tau Antam? Selain terkenal sebagai tempat jual beli emas, gedung ANTAM juga terkenal punya gedung menikah yang oke punya dengan harga yang terkangkau bingiiiittt. Ballroom di lantai dasar, berkarpet, high ceiling, ada lorong panjang yang bisa didekor dengan sangat cantique, mampu menampung hingga 1000 orang, ada 4 ruang rias yang bisa digunakan! By far, Antam ini yang punya ruang rias paling banyak loh. Biasanya yang lain itu hanya 2 ruang saja.

Tapi sayangnya sang ibunda tercinta udah mengultimatum kalau tempat ini terlalu jauh dari rumah. Ya sudahlah, goodbye ANTAM :"(

Sampai ketemu di Kotamadya selanjutnya, Jakarta Timur. Di kotamadya inilah saya menemukan tambatan hati untuk wedding venue. See ya! :)



Sabtu, 28 Maret 2015

Venue Jumper Pt.1: Central Jakarta

"Aduh gue awam banget nih, gue ga tau mesti mulai dari mana.."

Pasti pernyataan itu muncul di benak para capeng. Ya iyalah, unless we are wedding organizer, pasti merencanakan pernikahan adalah perkara baru! Hahaha.

Bingung mulai dari mana? Lo bisa mulai dari menentukan venue. Karena dari venue lah, lo bakal dapet list rekanan catering, dekorasi, dan fotografi. Kecuali kalo lo punya uang buanyaaakkk, lo bisa mulai dengan mencari wedding planner yang bertugas untuk mempersiapkan semuanya. Literally, everything. Tapi ya karena "semuanya" itulah, harga wedding planner bisa mencapai lebih dari 25 juta sendiri..... Karena gue adalah capeng yang punya-uang-buat-nikah-aja-udah-alhamdulillah, I am my own wedding planner. *sigh*

Menentukan venue ternyata tidak mudah gais. Banyak up and down (ciye) yang mesti gue alami. Gue udah muter ke banyak gedung di hampir semua Kotamadya di Jakarta dan Bekasi. It takes 3 months for me to go merry-and-round to find the perfect venue........


*Taken from Google. Please be noted that I dont own the image.


Venue yang pertama kali gue kunjungi adalah Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial. Karena dia adalah gedung pertama, jadi gue kagok dan ga detail waktu nanya ke marketing..
  • Marketingnya ada di hari Sabtu/Minggu asalkan pada hari itu ada event. Kalo ga ada ya jangan harap ada ibu-yang-aku-lupa-namanya itu stand by di situ. Ibunya baiiik, asalkan kita bisa membawa suasana. *soalnya awalnya beliau jutek gitu*
  • Harganya muraaaah!!! Hahahaha. Cucok buat para capeng dengan budgeting adalah permasalahan utama. Rate tahun 2015 saja Rp 11.000.000 including pajak. Tapi karena untuk 2016 akan ada kenaikan dan belum tau berapa, jadi belum bisa DP kalo mau ngadain di tahun 2016..
  • Rekanannya banyak, dari yang paling murah sampe yang mahal ada.
  • Luaaaasss dan bisa menampung sampai 1000 orang. Ceiling juga tinggi loh! Oh ya, parkiran luas syekali!!
  • Harga per-PAX untuk catering juga gak mahal loh! Jadi kalian bisa saving banyak di catering.
  • Sayangnya dia tidak berkarpet.. *kemplang! Mau murah tapi mau berkarpet!

*Taken from Google. Please be noted that I dont own the image.

Setelah ke Kementerian Sosial, gue dan Tito langsung cusss ke Auditorium Langen Palikrama, Gedung Pegadaian. Kenapa ga ke Auditorium Perpustakaan Nasional dulu, Zar? Simply because we don't want to look too geek by getting married at the library. Hihihihi. This is my personal opinion loh! Padahal Perpusnas juga punya auditorium yang lumayan luas dengan harga terjangkau pula.
  • First impression ketika gue ke Pegadaian adalah........oh men! Parkiran kecil dan susah bingiiiiittttttttt!
  • Marketing tidak ada di tempat padahal pada saat itu sedang ada event. huhuhu jadi gue ga bisa nanya2 deh... Gue jadi tidak tau di sana rate-nya berapa..
  • Gue juga tidak tau penampilan dalamnya seperti apa. Apakah ceiling tinggi, apakah sudah ada stage pelaminan, dsb.
  • Berdasarkan desas-desus, kapasitas sekitar 800-1000 orang.
  • Tidak berkarpet.


*Taken from Google. Please be noted that I don't own the image

Gedung selanjutnya adalah Gedung Panca Gatra Dwi Warna, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas). Buat kalian yang sering makan di Nasi Goreng Kebon Sirih, pasti udah ga asing lagi deh sama gedung ini. Untuk masuk ke gedung resepsinya, kalian harus masuk dari gerbang belakang di Jalan Kebon Sirih, bukan di Jalan Medan Merdeka.
  • Tidak terlalu mahal, rate tahun 2015 adalah Rp14,000,000 untuk acara malam dan Rp13,000,000 untuk acara siang (belum termasuk pajak). Kemungkinan besar akan naik sekitar 10% untuk tahun 2016.
  • Luaaaas, bisa tampung sampai 1200 orang.
  • Parkiran cukup luas.
  • Marketingnya ada hari Sabtu/Minggu jika ada event.
  • Ceiling tinggi dan bentuk bangunannya letter L. Sayangnya tidak berkarpet..


*Taken from Google. Please be noted that I don't own the image.

Tidak jauh dari Lemhanas, ada Auditorium Adhiyana Wisma Antara. Lokasinya di hook, jadi gak susah untuk menemukan Wisma Antara ini. Di lingkungan perkantoran juga, jadi banyak image nya di Google hihi.
  • Full karpeeeeettt! Akhirnyaaa! Hahaahaha. Menurut gue pribadi, karpet ini sangat penting untuk menghindari kusam dan kotornya lantai akibat makanan/minuman jatoh. Selain itu, berjalan dengan high heels di atas karpet jauh lebih nyaman dibandingkan jalan di atas lantai tanpa karpet. Kelebihan selanjutnya adalah bisa menyerap suara sehingga tamu tidak usah bicara teriak-teriak.
  • Ceiling cukup tinggi dan ada chandelier yang bikin kesan mewah dan elegan dengan nuansa kuning keemasan. Pretty!
  • Parkiran cukup luaaas.
  • Ada di lantai 2, lift cuma 2, dan lorongnya sempit bangeeet!
  • Minus selanjutnya adalah kapasitasnya kecil sekali huhuhu. Mungkin hanya sekitar 500 orang kalau mau aman. 800 orang udah desak-desakan.. Cucok untuk kalian yang ingin private party dengan undangan secukupnya. Bentuk ruangannya juga aneh, segilima gitu..
  • Untuk harga, gue ngga tau karena gue ga sempet ketemu marketingnya. 

*Photo taken from Adiza Photography's website. Go visit the web! :)

Who doesn't know Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan? Rasanya cuma para pengusaha yang bisa menikahkan anaknya di sini. Hahahaha. 
  • Terletak di pusat kota dan dikelola oleh salah satu kementerian tereksis se-Indonesia, siapa sih yang ga tau Dhanapala?
  • Kapasitas? 3000 orang bisa masuuuk!
  • Karpet? Fulllllllll! Ga usah takut tamu kepleset!
  • Parkiran? Beeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeuh! Kompleks Kemenkeu sendiri aja gede buanget.
  • Rekanan? Jangan ditanyaaa! Yang mahal semuanya ada di sini! (yang murah ga ada haha).
  • Tapi hukum "Ada rupa ada harga" berlaku di sini. Harga sewa untuk tahun 2015 adalah Rp40,000,000 sebelum pajak dan harga tahun depan pasti naik. Jadi, walaupun dirimu sudah DP tahun ini, harga tidak akan mengikat dan pasti akan ikut naik.
  • Harga PAX untuk catering pun sepertinya paling mahal. Paket A (paling murah) adalah Rp100,000. Itu tahun ini loh. Tahun depan bisa jadi Rp105,000 atau bahkan Rp110,000! Minimum pemesanan mungkin 1500 pax kah? Aku lupaaa. 
  • Karena luaaaaas sekali, jelas aja harga dekor pasti mahaaaal! Aku pernah dikasih price list sama salah satu vendor kelas menengah. Untuk mendekor Gedung Dhanapala ini, dia ngasih harga starts from Rp95,000,000 dan itu baru dekor standard. The more you want, the higher you'll have.
  • Jikalau orang tuamu adalah pegawai sini, tenang saja. Akan ada potongan harga gedung sebesar 30%. Namun, kamu harus mengajukan surat beserta attachmentnya kepada Bapak/Ibu Sekjen Kemenkeu yang kemudian harus beliau tandatangani agar dirimu mendapat potongan. Buat gue, walaupun almarhum bokap gue adalah kepala biro di sini, akan sangat tidak bijaksana jika gue harus melangsungkan pernikahan di sini karena tetep aja mahaaaaaal... 
Pencarian di Jakarta Pusat selesai! Ada yang suka? So far belum ada hahahahaha. Tenang aja, enjoy the moment. Oh ya saran gue, kalo lo bener2 belom tau mau pake gedung apa, please banget jangan bawa orang tua. Kenapa? Karena proses pencarian ini tuh capeeeekkkk banget dan kasian orang tua kalian. Jika kalian sudah bisa sorting hingga 3 atau paling banyak 5, baru deh silakan ajak orang tua kalian untuk membantu memilih. 

Sampai bertemu di thread Venue Jumper selanjutnya di Jakarta Selatan :)


Minggu, 15 Maret 2015

A Further Step to The Future

Dear World,

We finally agree to bring our relationship to go further: marriage.

As you may know, he and I have been couple since high school. A lot of people have tought that someday we can make this last forever. And noted, they might be true.

Some people say that preparing a wedding is as bitter sweet moment in your life. And guess what? They got the point! Hahaha. That's why i start to "activate" my personal blog, to tell you more about every single we have taken to make this dream come true. And to help the other brides-to-be who surf the cyber space to make their own wedding special. Believe me, i did that too! It is still a long way to go, but this is one of the way to sparkle the love between us that has been blooming for almost 7 years! Haha!

There must be some thought that i just wanna give up because the wedding takes a lot of money! However, i keep thinking that GOD will show His magic when humanbeing wants to go forward to a better place. To a holly destination that makes human a human: marriage.

Ok, enough for this opening explanation. I will go to the first step: deciding a venue. Believe me, deciding a wedding venue is not going to be easy.

Ciao!